Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Teks/Paragraf Narasi atau Naratif merupakan materi Bahasa Indonesia Kelas 7/VII - Materi ini membahas pengertian teks narasi, jenis-jenis, ciri-ciri, struktur teks narasi, unsur-unsur pembangun, kaidah kebahasaan serta tujuan dan fungsi teks narasi.

Narasi atau sering kita sebut juga naratif, dalam bahasa Inggris narration (cerita) dan narrative (yang menceritakan). Muncul sebuah pertanyaan, apa yang dimaksud dengan teks narasi? Menurut pendapat Gorys Keraf (2007, 135-136) menyatakan bahwa;

Narasi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha mengsahkan suatu peristiwa atau kejadian sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami atau melihat sendiri peristiwa tersebut. Contoh jenis karangan narasi yaitu biografi, roman, novel, kisah, dan cerpen.

Sedangkan jenis-jenis narasi terbagi atas 4 jenis, yaitu narasi ekspositoris, narasi sugestif, narasi informatif dan narasi artistik. Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang materi ini. Silahkan disimak baik-baik.

Teks Narasi (Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur, Unsur) LENGKAP!


Pengertian Teks Narasi


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan bahwa:

Narasi (kata benda) adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian; cerita atau deskripsi suatu peristiwa atau kejadian; kisahan. Dari kata narasi terbentuk kata sifat yakni naratif, yang artinya bersifat narasi, atau yang bersifat menguraikan (menjelaskan).

Sedangkan, menurut Gorys Keraf menyatakan bahwa:

Narasi adalah suatu wacana yang memiliki sasaran utamanya adalah tindak tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa/kejadian yang terjadi dalam satu kesatuan waktu; atau suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan secara jelas kepada para pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi.

Narasi disebut juga cerita. Narasi dapat berisikan fakta, fiksi atau rekaan yang dikhayalkan oleh penulisnya. Yang berisi fakta misalnya biografi dan autobiografi, sedangkan yang berupa fiksi adalah novel, cerpen, cerbung, dan sebagainya.

Berdasarkan dua pendapat di atas, dapat kami simpulkan bahwa:

Narasi merupakan karangan yang berisi serangkaian peristiwa, dan masalahnya didukung oleh pelaku atau para tokoh serta memerlukan imajinasi yang disusun secara runtut.

Jenis-jenis Teks Narasi


Jika dilihat dari peristiwa yang ditampilkan, narasi dibedakan menjadi 2 jenis. Dan tambahan dari beberapa blog/website yang kami telusuri bertambah 2 jenis lagi.

Narasi Ekspositoris

Menurut Keraf, narasi ekspositoris adalah narasi yang memberikan informasi kepada para pembaca agar pengetahuannya bertambah luas. Narasi bertujuan untuk menggugah pikiran para pembaca untuk mengetahui apa yang diceritakan. Sasaran utamanya adalah rasio, yakni berupa pengetahuan sesudah membaca kisah tersebut. Contoh cara membuat dan menyiapkan nasi goreng.

Menurut sifatnya narasi ekspositoris terbagi menjadi dua macam. Penjelasannya yaitu:

  • Narasi Ekspositoris yang bersifat Generalisasi: Jenis narasi ini menyampaikan sesuatu yang umum, yang dapat dilakukan oleh siapa saja, dan dapat pula dilakukan secara terus-menerus.
  • Narasi Ekspositoris yang bersifat Khas atau Khusus: Menurut pendapat Keraf, narasi jenis ini menceritakan suatu peristiwa/kejadian yang khas, atau yang terjadi hanya satu kali. Peristiwa yang khas/khusus adalah peristiwa yang tidak mungkin dapat diulang kembali, karena merupakan pengalaman atau kejadian pada suatu waktu tertentu saja.


Narasi Sugestif

Narasi ini adalah narasi yang menyampaikan sebuah makna kepada pembaca melalu daya khayal yang dimilikinya. Seperi halnya dengan narasi ekspositoris, narasi sugestif juga pertama-tama bertalian dengan perbuatan atau tindakan yang dirangkaikan dalam suatu kejadian/peristiwa. Contoh narasi ini adalah dongeng.

Narasi Informatif

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki tujuan secara tepat dalam penyampaian informasi mengenai sebuah peristiwa atau sesuatu hal yang mana berguna untuk memperbanyak, memperluas, atau menambah pengetahuan orang lain tentang kisah seseorang.

Narasi Artistik

Narasi artistik adalah narasi yang mempunyai tujuan adalah menyampaikan suatu amanat/pesan tersembunyi yang diketahui oleh penulis dan ditujukan kepada para pembaca atau pendengar sehingga para pembaca/pendengar tampak seolah-olah melihat dengan nyata.

Ciri-ciri Teks Narasi



  • Disusun dalam urutan waktu yang jelas.
  • Susunan lebih secara kronologis.
  • Terkesan lebih memunculkan unsur perbuatan dan tindakan.
  • Sering mengarah pada jawaban tentang apa yang sebenaranya sedang terjadi.
  • Ceritanya lebih banyak mengenai pengalaman penulis/pengarang.
  • Adanya sebuah konflik, jika tidak ada cenderung menjadi kurang menarik.
  • Kebanyakan berupa suatu yang fiksi namun bisa terkadang berupa non fiksi atau gabungan antara kedua hal tersebut.
  • Mempunyai nilai estetika, artinya pengarang dibebaskan dalam mengeskpresikan kreatifitas pemilihan gaya bahasa/ekspresi (diksi).


Menurut Atar Semi (2003:31)


  • Lebih menekankan susunan secara kronologis.
  • Memilik nilai estetika.
  • Berdasarkan konflik.
  • Peristiwa atau kejadian disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar ada/terjadi.
  • Berupa cerita mengenai peristiwa atau pengalaman pengarang.


Menurut Gorys Keraf (2000:136)


  • Adanya konflik
  • Berusaha untuk menjawab pertanyaan "apa yang sebenarnya terjadi?"
  • Dirangkai/disusun dalam urutan waktu.
  • Lebih menonjolkan unsur tindakan atau perbuatan.


Struktur Teks Narasi



  1. Pengenalan: bagian permulaan dari teks narasi yang meliputi pengenalan tokoh, latar, suasana, dan unsur-unsur lainnya.
  2. Awal pertikaian: bagian teks narasi yang berisi konflik atau permasalahan awal mulai dituliskan oleh pengarang.
  3. Klimaks (puncak pertikaian): bagian yang berisi ilustrasi atas konflik-konflik utama atau inti dari sebuah cerita.
  4. Antiklimaks (penyelesaian): bagian teks/paragraf narasi yang berisi mengenai penyelesaian atas konflik yang terjadi dalam cerita dan sebagai penanda bahwa cerita akan berakhir.


Unsur Pembangun Teks Narasi



  1. Tokoh: para pelaku yang terdapat dalam sebuah teks narasi. Tokoh dalam teks naratif biasanya dibedakan menjadi beberapa jenis. Sesuai dengan keterlibatannya dalam cerita dibedakan antara tokoh utama (sentral dan tokoh ambahan (periferal).
  2. Alur/Plot: rangkaian peristiwa atau kejadian yang disusun berdasarkan hubungan kausalitas.
  3. Latar (setting): fungsinya untuk memberi konteks cerita. Latar dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: latar waktu, latar tempat, dan latar sosial.
  4. Judul: hal pertama yang harus ada pada teks narasi. Judul sering mengacu pada tokoh, tema, latar, maupun kombinasi antara beberapa unsur tersebut.
  5. Sudut Pandang: point of view dibedakan menjadi: sudut pandang first person central atau akuan sertaan; sudut pandang first person peripheral atau akuan taksertaan; sudut pandang third person omniscient atau diaan mahatahu; sudut pandang third person limited atau diaan terbatas.
  6. Gaya dan Nada: gaya adalah cara pengungkapan yang khas bagi seorang penulis. Sedangkan nada berhubungan dengan pilihan gaya untuk mengekspresikan suatu sikap.
  7. Tema: merupakan makna cerita, tema adalah sejenis komentar terhadap pokok masalah atau subjek. Tema mengandung sikap dari pengarang terhadap pokok cerita atau subjek tersebut.


Kaidah Kebahasaan Teks Narasi



  • Menggunakan metafora atau kata kiasan: pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan hanya sebagai lukisan yang berdasarkan perbandingan atau persamaan.
  • Melihat kata kerja transitif dan intransitif: kata kerja transifit membutuhkan objek sebagai pelengkap agar artinya dapat mudah dimengerti. Sedangkan kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek sebagai pelengkap kalimat.
  • Menggunakan kata benda, sifat, frasa atau klausa: penggunaannya disesuaikan dengan topik yang dinarasikan atau diuraikan.
  • Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu: contohnya seperti pertama-tama, lalu, kemudia, ketika, akhirnya, selanjutnya, sebelumnya dan lain sebagainya.


Tujuan dan Fungsi Teks Narasi



  • Menurut Wikipedia, tujuan menulis karangan narasi adalah untuk memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan para pembaca. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.
  • Memberikan informasi kepada pembaca berupa pengalaman yang disajikan secara estetis.
  • Pemberian informasi kepada pembaca dengan adanya kronologi suatu peristiwa yang dilengkapi dengan unsur-unsur narasi.
  • Menyampaikan sebuah pengalaman yang hanya untuk hiburan semata.
  • Menceritakan kenyataan atas suatu peristiwa yang telah terjadi demi kepentingan tertentu.


Baca juga:




Demikianlah artikel hari ini tentang Teks Narasi (Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur, Unsur Pembangun Lengkap). Semoga bermanfaat bagi anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terima kasih.

Referensi: https://www.inirumahpintar.com/2016/09/struktur-dan-unsur-unsur-yang-membangun-teks-narasi.html
http://referensisiswa.blogspot.co.id/2017/08/teks-narasi.html
http://www.rumpunsastra.com/2014/10/unsur-unsur-teks-narasi-teks-naratif.html
https://brainly.co.id/tugas/839201
https://agsuyoto.wordpress.com/
digilib.unila.ac.id

KLIK UNTUK BERKOMENTAR