Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Dongeng merupakan materi Bahasa Indonesia Kelas 7/VII - Materi ini membahas pengertian dongeng, ciri-ciri, jenis-jenis/macam-macam dongeng, unsur intrinsik dan ekstrinsik dongeng, struktur, kaidah kebahasaan, fungsi dan manfaat dongeng.

Dongeng menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh.

Dongeng biasanya diceritakan kepada anak-anak oleh orang tua mereka, nenek dan kakek. Dongeng ini biasanya disampaikan sebelum tidur hingga anak itu tertidur pulas. Dongeng dapat juga digunakan sebagai media mendidik anak serta membentuk karakter positif oleh orang tua maupun guru.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai materi Teks Dongeng. Simaklah materi ini baik-baik.

Dongeng [LENGKAP]: Pengertian, Ciri, Macam Jenis, Unsur, Struktur


A. Pengertian Dongeng


Menurut Nurgiantoro, (2005:198):

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal.

Pendapat lain mengenai dongeng oleh Lezin dalam bukunya bibliocollege Charlest Perrault yang mengatakan bahwa:

Dongeng adalah cerita pendek tentang petualangan khayal dengan situasi dan tokoh-tokoh yang luar biasa dan ghaib.

Sedangkan, pengertian dongeng menurut Agus mengatakan bahwa:

Dongeng adalah cerita rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Dongeng diceritakan terutama untuk hiburan, walaupun terkadang banyak juga dongeng yang melukiskan kebenaran, berisi ajaran moral, bahkan terdapat sindiran.

Dari beberapa pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa:

Dongeng adalah cerita rakyat pendek yang tidak benar-benar terjadi yang berisi tentang petualangan yang penuh dengan imajinasi dengan tidak terikat oleh waktu, tempat dan terkadang juga tidak masuk akal dengan menampilkan situasi dan para tokoh yang luar biasa dan ghaib.

B. Ciri-ciri Dongeng


Menurut Brunvard, Carvalho, dan Neto dalam Danadjaja (2007: 3-5) dongeng mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Penyebaran dan pewarisannya dilakukan secara lisan.
  • Disebarkan diantara kolektif tertentu dalam waktu yang lama.
  • Versi yang berbeda-beda. Karena cara penyebaran yang dari mulut ke mulut (lisan).
  • Bersifat anonim, artinya nama penciptanya tidak diketahui lagi.
  • Biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola seperti kata klise, kata-kata pembukaan dan penutup baku.
  • Mempunyai kegunaan dalam kehidupan bersama suatu kolektif, sebagai alat pendidik, protes sosial, pelipur lara, dan proyeksi keinginan yang terpendam.
  • Bersifat pralogis, yakni memiliki logika tersendiri yang tidak sesuai dengan logika umum.
  • Bersifat polos dan lugu, sehingga seringkali tampak kasar, terlalu spontan.
  • Menjadi milik bersama dari kolektif tertentu, disebabkan karena pencipta pertamanya sudah tidak diketahui lagi, sehingga setiap anggota kolektif merasa memilikinya.


C. Macam/Jenis Dongeng


Dongeng memiliki berbagai macam jenis, adapun beberapa jenis dari dongeng yaitu:

1. Mite

Menurut Poerwadarminto (1985) Mite adalah cerita yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan,

Menurut Sarikata Bahasa Indonesia (2007) Mite adalah dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat.

Jadi, mite merupakan cerita tentang kepercayaan suatu masyarakat yang diyakini oleh masyarakat namun tidak dapat dibuktikan kebenaranya.

2. Dongeng Futuristik (modern)

Dongeng jenis ini disebut juga dongeng fantasi, biasanya bercerita tentang sesuatu yang fantastik atau tentang masa depan.

3. Fabel 

Fabel merupakan sebuah dongeng tentang hewan/binatang yang digambarkan perilakunya seperti manusia. Binatang-binatang dalam cerita ini dapat berbicara dan berakal seperti layaknya manusia.

Artikel terkait: Teks Cerita Fabel: Pengertian, Jenis, Unsur, Struktur dan Contoh Lengkap


4. Sage (Dongeng sejarah)

Dongeng ini terkait dengan suatu peristiwa sejarah, banyak yang bertema tentang kepahlawanan. Menurut Poerwadarminto adalah cerita yang mendasar peristiwa sejarah yang telah bercampur dengan fantasi rakyat.

5. Dongeng Terapi (Traumatic Healing)

Dongeng ini bertujuan untuk menghibur anak-anak yang telah mengalami bencana atau anak-anak yang sedang sakit. Dongeng ini bisa membuat rileks saraf-saraf otak dan menenangkan hati mereka.

6. Legenda

Dongeng jenis ini menceritakan asal-usul suatu daerah atau tempat.

7. Parabel

Parabel adalah dongeng yang menceritakan kisah tentang perumpamaan yang didalamnya terdapat kiasaan yang bersifat mendidik.

8. Cerita Jenaka

Dongeng jenis ini adalah dongeng yang berkembang ditengah masyarakat dengan cerita komedi yang menghibur, sehingga dapat menimbullkan tawa.

9. Cerita Pelipur Lara

Dongeng ini hampir sama dengan cerita jenaka, namun yang membedakan cerita pelipur lara lebih sering dibawakan oleh dalang menggunakan media wayang.

Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dalam (Danandjaja, 2007:86) telah membagi jenis-jenis dongeng ke dalam empat golongan besar. Penjelasannya sebagai berikut:

10. Dongeng Binatang

Dongeng yang ditokohi oleh binatang peliharaan dan binatang liar. Binatang-binatang tersebut dapat berbicara dan berakal seperti halnya manusia.

11. Dongeng Biasa

Dongeng yang ditokohi oleh manusia dan biasanya terdapat kisah suka dan duka seseorang.

  • Dongeng tentang ilmu sihir
  • Dongeng keagamaan
  • Cerita-cerita roman
  • Dongeng mengenai raksasa yang bodoh

Artikel terkait: Roman (Pengertian, Jenis, Ciri dan Unsur Pembangun Lengkap)


12. Lelucon dan Anekdot 

Dongeng yang dapat menimbulkan rasa menggelikan hati. Perbedaan lelucon dengan anekdot, lelucon menyangkut kisah fiktif lucu anggota suatu kolektif, seperti suku, golongan, bangsa atau ras. Sedangkan, anekdot menyangkut kisah fiktif lucu pribadi seseorang tokoh atau beberapa tokoh yang benar-benar ada.

13. Dongeng Berumus

Menurut Bruvand dalam Danandjaja dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan. Dongeng berumus mempunyai beberapa sub bentuk, yaitu: dongeng bertimbun banyak, dongeng untuk mempermainkan orang, dongeng yang tidak mempunyai akhir.

D. Unsur-Unsur Dongeng


Unsur Intrinsik


  1. Tema: merupakan gagasan pokok yang menjadi dasar terbentuknya sebuah dongeng. Tema dongeng terbagi menjadi dua jenis yang ada dalam sebuah cerita. yaitu: tema yang tersurat dan tema yang tersirat.
  2. Latar/Setting: merupakan waktu, suasana, ruang, dan alat pada peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra.
  3. Alur/Plot: jalan cerita dalam sebuah karya sastra. Secara umum terdapat tiga jenis alur, yaitu: alur maju, alur mundur, alur campuran.
  4. Tokoh: merupakan pelaku atau orang dalam sebuah cerita dongeng.
  5. Penokohan: adalah sifat, watak, sikap, kondisi fisik dan karakter yang dimiliki oleh tokoh dalam sebuah cerita dongeng.
  6. Sudut pandang: adalah bagaimana cara penulis menempatkan dirinya dalam cerita atau posisi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam sebuah cerita.
  7. Majas (gaya bahasa): cara penyampaian oleh penulis dalam dongeng.
  8. Amanat: atau pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para pembacanya.


Unsur Ekstrinsik


  1. Latar belakang masyarakat: faktor-faktor dalam lingkungan masyarakat yang dapat mempengaruhi penulisan dongeng oleh pengarang tersebut. Beberapa contoh latar belakang masyarakat, yaitu: ideologi negara, kondisi sosial, politik, ekonomi, nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
  2. Latar belakang pengarang: faktor-faktor dalam diri pengarang yang mempengaruhi penulisan dongeng tersebut. Contoh latar belakang pengarang, yaitu: riwayat hidup penulis, kondisi psikologis, dan aliran sastra penulis.


E. Struktur Dongeng



  1. Pendahuluan: berisi kalimat pengantar sebagai pertanda dimulainya dongeng.
  2. Isi (peristiwa): merupakan bagian penting dari sebuah dongeng yang berisi mengenai urutan kejadian dari suatu peristiwa.
  3. Penutup: merupakan bagian akhir dari cerita yang dibuat untuk mengakhiri sebuah dongeng.


F. Fungsi Dongeng



  • Sebagai hiburan atau pelipur lara
  • Pendidik
  • Sarana mewariskan nilai-nilai
  • Protes sosial
  • Juga sebagai proyeksi keinginan terpendam.


G. Manfaat Dongeng


Ada beberapa manfaat dongeng untuk anak, yaitu:
  • Merangsang kekuatan berpikir
  • Sebagai media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai etika kepada anak, bahkan untuk memenuhi rasa empati
  • Mengasah kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian
  • Menumbuhkan minat baca anak
  • Menumbuh rasa empati.



Baca juga: 3 Contoh Dongeng Binatang (Cerita Hewan) Singkat Mudah Dihafal



Demikianlah artikel hari ini tentang Dongeng [LENGKAP]: Pengertian, Ciri, Macam Jenis, Unsur, Struktur. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Referensi: etheses.uin-malang.ac.id
eprints.uny.ac.id
http://ayokberimajinasi.blogspot.co.id/2016/03/jenis-jenis-dongeng.html
http://www.informasibelajar.com/pengertian-dongeng-struktur-ciri-ciri-dan-jenis-jenis-dongeng/
https://www.ilmudasar.com/2017/12/Pengertian-Ciri-Unsur-Jenis-Dongeng-adalah.html

KLIK UNTUK BERKOMENTAR