Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Teks Cerita Fiksi merupakan materi Bahasa Indonesia - Materi ini membahas pengertian teks cerita fiksi, jenis-jenis, struktur teks cerita fiksi, unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik, ciri-ciri, dan kaidah kebahasaannya.

Apa itu cerita fiksi? Menurut Wikipedia,

Fiksi adalah cerita yang berasal dari imajinasi pengarang dengan kata lain, tidak secara ketat berdasarkan fakta atau sejarah yang ada. Karya fiksi merupakan hasil dari imajinasi kreatif pengarang, jadi kaitannya dengan dunia nyata biasanya diasumsikan oleh audiensnya.

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan cerita fiksi/karya fiksi. Selanjutnya kita harus tahu juga kaidah kebahasaan dari teks cerita fiksi.


Teks Cerita Fiksi



Kaidah Kebahasaan 


1. Metafora


Majas perumpamaan yang sering dipakai untuk membandingkan sebuah benda atau menggambarkan langsung atas dasar sifat yang sama.

2. Metonimia 


Gaya bahasa yang digunakan untuk kata-kata tertentu yang dipakai sebagai pengganti kata yang sebenarnya, tetapi penggunaan nya hanya kata saja, yang memiliki hubungan yang begitu dekat.

3. Simile (Persamaan)


Sebagai perbandingan yang sifatnya eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu hal dengan hal-hal lainnya. Gaya bahasa ini ditandai dengan kata pembanding, misalnya: laksana, selayaknya dan sebagainya.

Supaya kita lebih memahami materi tentang teks cerita fiksi ini. Maka Materi Bindo akan menjelaskan hal-hal penting yang patut untuk kita bahas.

Pengertian Teks Cerita Fiksi


Teks Cerita Fiksi adalah suatu karya sastra yang berisi cerita rekaan hasil imajinasi pengarang secara intens dan artistik yang diwarnai oleh pengalaman batin dengan didasari angan-angan (fantasi) dan tidak secara ketat berdasarkan peristiwa sebenarnya atau fakta.

Imajinasi pengarang diolah berdasarkan oleh pandangan, pengalaman serta penilaiannya terhadap berbagai kejadian, baik kejadian nyata ataupun hanya hasil rekaan semata.

Jenis-jenis Cerita Fiksi


1. Novel 


Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan suatu tokoh/seseorang dengan berbagai orang di sekelilingnya dengan menonjolkan sifat dan watak setiap pelaku.

Baca selengkapnya: Teks Novel [LENGKAP]: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri


2. Cerpen


Cerpen/Cerita Pendek adalah suatu karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita yang isinya kehidupan seseorang yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh yang didalamnya terdapat permasalahan serta solusi dari masalah yang timbul.


Baca selengkapnya: Teks Cerpen (LENGKAP): Pengertian, Struktur, Ciri, Tujuan dan Fungsi


3. Roman


Roman adalah sebuah karya gambaran dunia yang diciptakan oleh pengarangnya, yang di dalamnya menampilkan keseluruhan hidup suatu tokoh beserta permasalahannya, terutama dalam hubungan dengan kehidupan sosialnya.



Struktur Cerita Fiksi


Sebelumnya kita telah membahas teks novel dan cerpen. Struktur cerita fiksi sama dengan kedua teks tersebut.

  1. Abstrak: bagian ini boleh dibuat boleh tidak. Bagian ini merupakan inti atau ringkasan dari teks cerita fiksi.
  2. Orientasi: bagian ini berisi pengenalan tema, tokoh dan latar. Bagian ini terletak pada bagian awal dari sebuah teks cerita fiksi dalam novel.
  3. Komplikasi: bagian ini merupakan klimaks, karena mulai muncul berbagai permasalahan.
  4. Evaluasi: bagian ini adalah mulai munculnya penyelesaian dan pemecahan masalah.
  5. Resolusi: bagian berisi pemecahan masalah dari masalah-masalah yang telah dialami tokoh utama.
  6. Koda (reorientasi): bagian ini berisi pesan-pesan dan amanat yang dapat kita petik dari teks cerita fiksi.


Tidak sedikit teks cerita fiksi dalam novel strukturnya hanya orientasi, komplikasi, evaluasi, dan resolusi.

Unsur-Unsur Cerita Fiksi


Unsur Intrinsik


  • Tema : yaitu gagasan dasar umum yang membangun sebuah karya sastra.
  • Tokoh : yaitu pelaku dalam karya sastra. Dibagi menadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan.
  • Alur/Plot : yaitu berisi kejadian-kejadian, tetapi tiap-tiap kejadian hanya dihubungkan secara sebab akibat.
  • Konflik : yaitu berisi peristiwa yang tergolong penting, sebuah unsur yang dibutuhkan untuk mengembangkan plot.
  • Klimaks : yaitu sebuah konflik yang telah sampai ke tingkat intensitas tertinggi.
  • Latar : yaitu berkaitan dengan tempat, waktu, dan lingkungan sosial terjadinya peristiwa karya sastra.
  • Amanat : yaitu pemecahan masalah yang diberikan pengarang terhadap masalah di dalam sebuah karya sastra.
  • Sudut pandang : yaitu cara pandang pengarang untuk menyajikan tokoh, latar, tindakan, dan berbagai peristiwa yang membentuk sebuah cerita dalam karya fiksi.
  • Penokohan : yaitu cara-cara/teknik menampilkan suatu tokoh.
  • Logika.
  • Penafisran.
  • Gaya.
  • Kesatuan.


Unsur Ekstrinsik


  • Keyakinan.
  • Berbagai karya seni yang lain.
  • Pandangan hidup suatu bangsa
  • Psikologi, baik berupa psikologi dari pengarang seperti politik, sosial, dan ekonomi.
  • Pandangan hidup secara keseluruhan akan mempengaruhi karya sastra yang akan ditulis.
  • Keadaan subjektivitas individu penulis yang memiliki sikap.


Ciri-ciri Cerita Fiksi


  • Bersifat rekaan hasil imajinasi pengarang.
  • Memiliki kebenaran yang relatif atau maksudnya tidak harus/mutlak.
  • Bahasanya bersifat konotatif, yaitu bersifat sindiran (bukan sebenarnya).
  • Tidak memiliki sistematika yang baku.
  • Sasarannya yaitu perasaan atau emosi para pembaca.
  • Mempunyai pesan moral dan amanat tertentu.


Baca juga: Roman (Pengertian, Jenis, Ciri dan Unsur Pembangun Lengkap)


Demikianlah artikel hari ini tentang Teks Cerita Fiksi (Pengertian, Jenis, Struktur, Unsur, Ciri). Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi
http://www.materikelas.com/teks-cerita-fiksi-pengertian-struktur-teks-dan-kaidah-kebahasaan-teks-cerita-fiksi/
http://www.yuksinau.id/teks-cerita-fiksi-pengertian-unsur-struktur-kaidah/
https://joedydjvilla.wordpress.com/2017/04/04/cerita-fiksi-dan-ciri-cirinya/

KLIK UNTUK BERKOMENTAR