Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
TEKS ANEKDOT merupakan materi Bahasa Indonesia Kelas 10/X - Hal-hal yang akan dibahas pada materi Teks Anekdot yaitu pengertian teks anekdot, ciri-ciri teks anekdot, struktur teks anekdot dan contoh teks anekdot.

Pernahkah kalian mendengar cerita-cerita lucu yang menggambarkan suatu peristiwa/kejadian karangan maupun kejadian yang sebenarnya dan kadang dimaksudkan untuk menyampaikan kritikan? Cerita lucu tersebut ialah teks anekdot.


Baca juga: Jenis Teks Anekdot & Unsur, Kaidah, Tujuan, Fungsi



Teks anekdot banyak dijumpai di berbagai media-media, jika pada zaman dahulu banyak dijumpai di koran, namun dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, teks ini sering kita jumpai pada media sosial.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu teks anekdot atau teks humor, MateriBindo akan merangkum poin-poin penting pada teks anekdot yaitu sebagai berikut:

Teks Anekdot: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh Lengkap

Apa itu Teks Anekdot?


Secara umum, 


Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur humor, guyonan, lucu dan kadang mempunyai maksud untuk menyampaikan sebuah kritikan.

Pengertian Teks Anekdot menurut Para Ahli,


Wikipedia


Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya.

KBBI


Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya

Baca selengkapnya: 15+ Pengertian Teks Anekdot Menurut Para Ahli [LENGKAP]


Ciri-ciri Teks Anekdot


Untuk lebih memahami bagaimana teks anekdot itu, apa perbedaan dari teks lainnya. Berikut ini ciri-ciri teks anekdot:


  1. Mengandung lelucon atau humor, bisa diartikan teks anekdot itu berisi kisah-kisah lucu.
  2. Teks anekdot bersifat menyindir, artinya teks tersebut kadangkala memiliki sifat menyindir tetapi lucu.
  3. Bersifat menggelitik, membuat pembacanya terhibur dengan lelucon yang ada dalam teks.
  4. Memiliki tujuan tertentu.
  5. Bisa jadi mengenai orang-orang penting.
  6. Kisah yang disajikan hampir seperti dongeng.
  7. Menceritakan tentang karakter hewan atau manusia yang terhubun secara umum dan realistis.


Struktur Teks Anekdot


Struktur teks anekdot terdiri dari lima macam, antara lain:

1. Abstraksi


Struktur yang pertama yaitu abstraksi/abstrak. Bagian ini terletak pada awal paragraf, berisi gambaran awal tentang isi teks tersebut.

2. Orientasi


Struktur yang kedua yaitu orientasi. Bagian ini awal kejadian cerita atau bagian yang menjelaskan latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada teks.

3. Event


Struktur yang ketiga yaitu Event, berisi rangkaian peristiwa yang terjadi.

4. Krisis


Strutur yang keempat yaitu krisis. Bagian ini menjelaskan pokok permasalahan utama yang terjadi pada teks.

5. Reaksi


Struktur yang kelima yaitu reaksi. Bagian ini berupa penyelesaian masalah yang timbul dalam bagian struktur ketiga yaitu krisis.

6. Koda


Struktur yang keenam yaitu koda. Bagian ini berisi perubahan yang terjadi pada tokoh.

7. Re-orientasi


Struktur yang terakhir adalah reorientasi yang merupakan bagian terakhir atau penutup dalam teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot


Menurut Pardiyono (2007), teks anekdot banyak mempergunakan kalimat deklaratif dan pernyataan kausal pada bagian abstrak. Penggunaan bentuk lampau sangat dominan karena anekdot berisi suatu paparan cerita atau kejadian konyol di masa lalu.

Penggunaan konjungsi sudah pasti sangat diperlukan untuk menunjukkan urutan peristiwa.

Berikut ini uraian mengenai ciri kebahasaan dalam teks anekdot.

a. Teks Anekdot menggunakan Kalimat Deklaratif


Apa yang dimaksud dengan kalimat deklaratif? Kalimat deklaratif adalah kalimat yang isinya hanya meminta pedengar atau yang mendengar kalimat itu untuk memperhatikan saja, tidak usah melakukan apa-apa, sebab maksud si pengujar hanya untuk memberitahukan saja (Chaer & Agustina, 2010:50).

Austin membedakan kalimat deklaratif berdasarkan maknanya menjadi kalimat konstatif dan kalimat performatif.
  • Kalimat konstatif adalah kalimat yang berisi pernyataan belaka, sedangkan
  • Kalimat performatif adalah kalimat yang berisi perlakuan.

b. Teks Anekdot menggunakan Konjungsi


Apa itu konjungsi? Konjungsi adalah kata atau gabungan kata yang berfungsi menghubungkan bagian ujaran yang mungkin berupa kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, maupun kalimat dengan kalimat.

Misalnya kata-kata dan, sedangkan, meskipun pada kalimat-kalimat berikut adalah sebuah konjungsi.
  • Kami berjuangan untuk bangsa dan negara.
  • Tamu sudah banyak yang hadir sedangkan beliau belum juga datang.
  • Meskipun kami miskin, kami tidak mau melakukan pekerjaan itu.

Ada 2 (dua) macam konjungsi yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat.
  1. Konjungsi intrakalimat berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa yang berada di dalam sebuah kalimat.
  2. Konjungsi antarkalimat adalah kata atau gabungan kata yang menghubungkan kalimat dengan kalimat atau paragraf dengan paragraf berikutnya

c. Teks Anekdot menggunakan Pernyataan Kausal
d. Teks Anekdot menggunakan Bentuk Kalimat Lampau

Langkah-langkah Menganalisis Teks Anekdot


Sebutkan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menganalisis teks anekdot? Bagaimana sih caranya? Untuk mengapresiasikan teks anekdot sebagai ciptra sastra, seorang apresiator harus memiliki bekal awal.

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menganalisis teks anekdot.
  1. Dengan membaca buku.
  2. Membaca teks anekdot secara seksama sampai memahami dan menikmati teks anekdot tersebut.
  3. Mengidentifikasi jati diri teks anekdot melalui kepemilikan pengetahuan dan pengalaman mengidentifikasi struktur teks yang membangun teks anekdot tersebut.
  4. Mengidentifikasi penggunaan bahasa yang digunakan dalam teks anekdot tersebut.
  5. Menyimpulkan teks anekdot tersebut berdasarkan struktur dan kaidahnya.

Jadi, untuk mendapatkan hasil secara maksimal dalam menganalisis teks anekdot haruslah mengikuti beberapa cara tersebut.

Tujuannya untuk memudahkan siswa dalam menganalisis teks anekdot sehingga tercapai apa yang siswa ingin tahu dan jelas.

Dengan mengikuti langkah yang telah tersusun dimulai dari membaca teks, siswa harus menyimak dengan baik apa yang disampaikan dalam teks anekdot kemudian mencari struktur dan kaidah yang membangun teks tersebut.

Kaidah Penulisan Teks Anekdot


Di dalam Tim Cerdas Komunika dikatakan, bahwa teks anekdot memiliki beberapa kaidah penulisan sebagai berikut.
  1. Berupa lelucon.
  2. Mengandung kebenaran tertentu.

Menurut Tim Kemendikbud mengatakan, bahwa kaidah penulisan teks anekdot sebagai berikut.

Disajikan dalam bahasa yang lucu dan berisi peristiwa-perisitwa yang membuat jengkel atau konyol bagi partisipan yang mengalaminya, Perasaan jengkel dan konyol seperti itu merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi dari pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, puas dan frustasi, serta tercapai dan gagal.

Contoh Teks Anekdot


Sebuah Nasehat Orang Tua  (Ruangseni.com)


Malam hari adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga inti, sekedar menonton televisi bersama atau mengobrol santai tentang pengalaman guru adalah guru terbaik. Malam itu ayah memberikan nasehat kepada Rani dan Toni bahwa di dalam hidup mereka harus banyak belajar banyak hal serta rajin bergaul dengan siapapun baik di sekolah maupun di lingkungan masayarakat.

Toni : “Ayah kenapa kita harus banyak belajar dan memperluas wawasan kita?”
Ayah: “Karena sekarang belajar tak hanya dari guru di sekolah. Kita bisa memperluas wawasan dari televisi, buku, internet dan teman di sekitar kita. Sekarang bukan zamannya guru menjadi sumber utama, kalian harus banyak memperluas pertemanan juga”.
Rani: “Lalu apa gunanya dari kita memperluas wawasan dan pertemanan itu yah?”
Ayah : “Karena memelalui berbagai hal tersebut, kita dapat menambah pengalaman. Ada pepatah Pengalaman adalah guru yang paling baik, karena tidak pernah memberikan Pekerjaan Rumah (PR).


LGBT


Suatu ketika di sebuah kafe berkumpullah tiga orang rekan bisnis yang sedang berdiskusi tentang isu yang sedang menghangat saat ini yakni LGBT. Mereka semua telah menikah dah satu diantaranya berpoligami dengan tiga orang istri.

Jono : “Begini Jon, akhir-akhir ini aku perhatikan kamu bertingkah sangat aneh. Kamu tidak seperti biasanya Jon.”
Joni : “aneh bagaimana? Aku sama seperti dulu. Sahabat kalian.”
Junu: “Begini Jon, selama ini kami semua memerhatikan gerak-gerik kamu yang mencurigakan.”
Joni : “mencurigakan bagaimana maksudmu?”
Jono : “kamu sering sekali pulang kantor cepat-cepat dan kamu selalau pindah-pindah tempat pulang ya.”
Joni : “aku memang dari dulu begitu kan?”
Junu : “justru itu masalahnya. Jangan-jangan kamu ini LGBT ya?”
Joni :“Astaghfirullah, amit-amit. aku ini normal Jun. aku punya istri lebih banyak dari kalian. Itu tandanya aku normal kan?”
Jono : “justru itu, istri kamu tiga makanya kamu ini LGBT, Laki Ganteng Bini Tiga! Ha..ha..ha.”
Junu : “ha..ha. kena dia.”
Joni : “ampun dah.”

Perokok vs Perawat 


Suatu ketika di rumah sakit terjadi percakapan ringan antara perokok dan perawat. Obrolan ringan tersebut memuat tentang pasien rumah sakit yang sebagian besar bukan perokok. Mereka berdiskusi tentang siapa yang meninggal duluan? Perokok ataukah bukan perokok.

Perokok : “Kamu tahu tidak mengapa sebagian besar pasien di rumah sakit itu dirawat bukan karena asbab mereka merokok?”
Perawat : “Loh, kenapa bisa begitu? Bukankah perokok itu lebih berpotensi terkena berbagai macam penyakit? Hmm, kalau saya perhatikan sih pasien di rumah sakit ini sebagian besar bukan perokok.”
Perokok : “nah, itu tandanya kalau merokok ataupun tidak ya sama saja. kalau sudah takdirnya sakit ya sakit saja.”
Perawat : “(diam dan berpikir sejenak)”
Perokok : “hei. Kamu ini di ajak diskusi kok diam saja. jawab dong! Kenapa kebanyakan orang yang sakit itu bukan perokok? Justru perokok seperti saya ini masih bisa beraktivitas apa saja.”
Perawat : “Saya tahu kenapa kebanyakan pasien di rumah sakit ini bukan perokok.”
Perokok : “kenapa coba?”
Perokok : “Para perokok tidak perlu di rawat ke rumah sakit, karena ketika dalam perjalanan ke rumah sakit, mereka sudah meninggal duluan pak.”


Baca selengkapnya: [UPDATE] Contoh Teks Anekdot Singkat, Lucu Beserta Struktur Teksnya


Demikianlah materi tentang Teks Anekdot: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh Lengkap. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Referensi: repository.unpas.ac.id/13303/5/11%20BAB%20II.pdf
eprints.uny.ac.id/.../1/Emy%20Lestari%20I%2010201241020.pdf

KLIK UNTUK BERKOMENTAR