Type something and hit enter

Posted by On

Materi Bindo tentang Monolog. Meliputi pengertian Monolog, ciri-ciri, jenis-jenis, sejarah dan contoh naskah Monolog yang terkenal.


Monolog adalah bentuk komunikasi lisan atau tulisan di mana satu individu berbicara atau mengekspresikan diri tanpa interaksi aktif dari pihak lain. 


Ini adalah wujud dari percakapan satu arah di mana seseorang menyampaikan pemikiran, perasaan, ide, atau cerita tanpa adanya tanggapan langsung dari audiens atau rekan bicara.


Baca juga: Pengertian Epilog


Pengertian Monolog secara Umum

pengertian monolog

Monolog berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari kata mono dan legein


Secara umum, pengertian monolog merupakan sebuah seni peran dialog yang tidak perlu dilakukan oleh banyak orang. Cukup hanya dilakukan sendiri pun bisa. 


Pengertian Monolog menurut Para Ahli


Aristoteles


Aristoteles, seorang filsuf Yunani kuno, menggambarkan monolog sebagai bagian dari retorika. Baginya, monolog adalah komponen penting dalam pidato di mana seorang pembicara berbicara sendiri untuk mempengaruhi pendengar dengan argumen, informasi, atau emosi.


Roman Jakobson


Roman Jakobson, seorang ahli bahasa dan semiotika, melihat monolog sebagai salah satu dari dua tipe percakapan, yang lain adalah dialog. Dalam monolog, komunikasi terjadi dari satu sumber ke banyak penerima, sementara dalam dialog, ada pertukaran antara dua pihak.


John L. Austin


John L. Austin, seorang filsuf bahasa, menyelidiki performatif dalam bahasa, yang mencakup pernyataan yang melakukan tindakan. Dalam konteks monolog, pembicara sering kali melakukan pernyataan yang menyampaikan informasi, gagasan, atau tujuan tertentu kepada pendengar.


Suroso 


Pengertian monolog adalah berbicara sendiri, bercerita sendiri, tentang suatu peristiwa atau keadaan yang dialami tokoh.


Kabisch (1985:43)


Monolog adalah suatu percakapan yang dilakukan dengan diri sendiri. Sebagai seorang monolog, penggambaran bukan menggambarkan akan situasi sebagai monolog pengamat, tetapi juga memperjelas komentar.


Alterman


Menurut Alterman, monolog dapat diartikan sebagai a long monologue or monodrama is a one-person play. Monodramas can be a powerful form of theater¹.


Abdullah


Mendefinisikan bahwa monolog adalah ungkapan kata hati dalam drama. Abdullah menyebutkan bahwa ada tiga macam monolog yang terdiri dari monolog, aside dan soluloque.


Nano Riantiarno


Menurut seniman teater Nano Riantiarno pengertian monolog adalah tradisi, monodrama yang diadopsi dari Yunani Klasik. Kemudian seiring berjalannya waktu dikembangkan oleh Wiliam Shakespeare dalam banyak bentuk drama.


Shakespeare


Sementara berbeda dengan Shakespeare yang menyebutkan seorang pelakon yang mengungkapkan fikiran dan perasaan tanpa kehadiran pelaku lain adalah soliloque, yang juga masih termasuk dalam drama panjan.


Reantiarno


Pengertian monolog menurut reantiarno monolog memiliki banyak aliran, bentuk pertunjukan dan memiliki perspektif keilmuan yang beragam. Ada yang namannya mono play, one man show, teater solo dan masih banyak istilah lain yang akan kita pelajari dalam monolog.


Marquab


Dialog dan monolog memiliki hubungan dalam drama. Menurut Marquab, dialog dan monolog adalah bentuk dari komunikasi dalam drama. Jika drama tidak komunikatif, maksud pengarang, pembangunan nresmon emosional tidak akan sampai.


Ciri-Ciri Monolog


Berikut ini adalah ciri-ciri monolog:

  1. Pelaku Tunggal: Monolog dilakukan oleh satu orang atau tanpa partner³. Pemeran monolog jumlahnya hanya satu orang saja.
  2. Pendapat Pribadi: Bentuk dari pendapat seseorang bisa dikolaborasi dengan kalimat atau dialog bisu. Berisi perpaduan dari sebuah teks yang berasal dari pendapat seseorang.
  3. Narasi Deskriptif: Menggunakan pesan narasi deskriptif, selain itu dibutuhkan juga dokumen pendukung seperti gambar, presentasi, video, dan lain sebagainya.
  4. Interaksi dengan Audiens: Dapat mengajak audiens (penonton) berinteraksi, meski sekadar memberikan kesan terhadap aksi mereka di atas panggung.
  5. Satu Pihak Berbicara: Dalam monolog, hanya satu pihak yang berbicara atau mengungkapkan pemikirannya. Tidak ada interaksi aktif dengan pihak lain, seperti dalam percakapan atau dialog.
  6. Komunikasi Satu Arah: Monolog adalah bentuk komunikasi satu arah di mana pembicara menyampaikan informasi, pemikiran, perasaan, atau cerita kepada audiens tanpa adanya tanggapan langsung dari audiens.
  7. Fokus pada Satu Pembicara: Monolog sering kali menampilkan satu karakter atau pembicara yang dominan. Ini bisa menjadi tokoh dalam sebuah cerita atau seorang pembicara tunggal dalam sebuah pidato.
  8. Pesan atau Ide Utama: Monolog biasanya memiliki pesan atau ide utama yang ingin disampaikan oleh pembicara. Ini dapat berupa informasi, emosi, gagasan, atau cerita yang ingin dibagikan kepada audiens.
  9. Tujuan Komunikatif: Monolog memiliki tujuan komunikatif yang jelas. Ini bisa berupa menyampaikan informasi, mempengaruhi pendengar, meraih emosi, atau menghibur audiens.
  10. Kekuatan Bahasa: Monolog sering menggunakan bahasa yang kuat dan berpola untuk mempengaruhi atau memikat audiens. Ini dapat mencakup gaya bahasa kreatif, penggunaan gambaran, atau metafora yang kuat.
  11. Struktur yang Terencana: Monolog biasanya memiliki struktur yang terencana, termasuk pengenalan, pengembangan, dan kesimpulan. Ini membantu memandu audiens melalui isi monolog dengan logis.
  12. Beragam Panjang: Monolog bisa beragam panjangnya, mulai dari beberapa kalimat hingga berjam-jam lamanya, tergantung pada konteks dan tujuannya.
  13. Konteks Pertunjukan: Monolog sering ditemukan dalam seni pertunjukan, termasuk teater, film, atau pertunjukan solo. Namun, mereka juga dapat muncul dalam bentuk tulisan, seperti pidato atau artikel.
  14. Konten Variatif: Konten monolog dapat bervariasi dari informasi yang mendalam, pemikiran filosofis, emosi yang mendalam, hingga narasi dramatis.
  15. Penggunaan Karakterisasi: Dalam konteks seni pertunjukan, monolog sering digunakan untuk mengembangkan karakter dan memberikan wawasan lebih dalam tentang pemikiran atau perasaan karakter.


Jenis-Jenis Monolog


Monolog adalah bentuk komunikasi satu arah di mana satu pihak berbicara atau mengungkapkan diri tanpa interaksi langsung dengan pihak lain. Jenis-jenis monolog dapat bervariasi berdasarkan konteks dan tujuannya. Berikut adalah beberapa jenis monolog yang umum:

  1. Monolog Naratif Biografis: Jenis monolog yang mana aktor mengingat kembali cerita-cerita tersebut serta peristiwa yang aktual dalam hidupnya.
  2. Monolog Fictional Character-Driven: Jenis monolog yang menampilkan sebuah karakter dengan dominasi dialog.
  3. Monolog Topical: Monolog topikal: adalah salah satu bentuk monolog yang sering digunakan dalam berbagai karya sastra. Monolog ini menceritakan kisah kehidupan yang lekat dengan kegiatan sehari-hari dan dibuat berdasarkan kejadian di sekitar penulis.
  4. Monolog Realistis: Jenis monolog yang ditulis berdasarkan sebuah kejadian atau kisah nyata.
  5. Monolog Storytelling: Jenis monolog yang menceritakan suatu dongengnya sendiri.
  6. Monolog Karakter Biografi: Jenis monolog yang menampilkan karakter biografi.
  7. Monolog Drama: Monolog dalam seni pertunjukan seperti teater dan film adalah jenis yang paling dikenal. Ini melibatkan seorang karakter yang berbicara kepada diri sendiri atau kepada audiens untuk mengungkapkan pemikiran, perasaan, atau konflik dalam cerita. Contohnya adalah monolog Hamlet dalam drama "Hamlet" karya William Shakespeare.
  8. Monolog Soliloquy: Bentuk monolog dalam drama di mana karakter utama berbicara secara terbuka kepada penonton, seringkali tanpa kesadaran karakter lain dalam cerita. Ini digunakan untuk memungkinkan penonton mengetahui pemikiran dalam karakter tersebut. Contoh terkenal adalah monolog "To be or not to be" dalam drama "Hamlet."
  9. Monolog Interior: Pemikiran dalam benak karakter yang diungkapkan dalam monolog. Ini dapat digunakan dalam novel atau cerita pendek untuk memberikan wawasan dalam pikiran karakter. Penerapan terkenal dari monolog interior dapat ditemukan dalam novel "Ulysses" karya James Joyce.
  10. Monolog Pidato: Ketika seorang pembicara berbicara panjang di depan audiens untuk menyampaikan pesan, gagasan, atau argumen. Ini sering terjadi dalam konteks acara publik atau politik. Contoh adalah pidato "I Have a Dream" oleh Martin Luther King Jr.
  11. Monolog Dalam Komedi: Monolog juga digunakan dalam komedi untuk menghibur audiens dengan cerita lucu, anekdot, atau observasi humor. Stand-up comedy sering kali mengandalkan monolog seperti ini.
  12. Monolog dalam Seni Rupa: Dalam seni rupa, terutama seni performans, monolog bisa digunakan sebagai bagian dari pertunjukan untuk mengkomunikasikan pesan atau konsep kepada audiens.
  13. Monolog Dalam Sastra: Monolog juga bisa muncul dalam tulisan sastra, seperti dalam puisi atau prosa, sebagai cara untuk menyampaikan pemikiran mendalam atau perasaan yang mendalam.
  14. Monolog Pribadi: Ketika seseorang berbicara kepada diri sendiri atau mencurahkan pemikiran dan perasaannya dalam sebuah bentuk percakapan tunggal.
  15. Monolog dalam Konten Digital: Dalam konten online, seperti video blog (vlog) atau podcast, monolog dapat digunakan oleh pembuat konten untuk berbicara tentang topik tertentu atau berbagi pemikiran dan pengalaman pribadi.
  16. Monolog dalam Pendidikan: Dalam konteks pendidikan, guru atau instruktur sering menggunakan monolog untuk memberikan penjelasan atau kuliah kepada siswa.


Jenis-jenis monolog ini mencakup berbagai konteks di mana bentuk komunikasi ini dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda, seperti mengungkapkan emosi, menyampaikan informasi, atau menghibur audiens.


Sejarah Monolog


Monolog sebenarnya sudah ada sejak lama, salah satu yang mempopulerkan dan membawanya ke industri perfilman dunia adalah komika Charlie Chaplin tahun 1921. 


Chaplin, seorang komedian pada zamannya memegang teguh prinsip film tanpa suara hingga tahun 1940, dimana akhirnya film bersuara pertama sang komika rilis dengan judul The Great Dictator.


Eksistensi swa cakap dalam film-film mulai populer di dunia tahun 1960, melalui acara televisi yang bergenre horor dan komedi bisu. 


Tapi pada saat itu teknik berdialog seperti ini belum terlalu populer karena orang masih lebih memilih untuk menonton film bersuara. 


Sedangkan di Hollywood yang merupakan pusat film Eropa dan dunia, baru diperkenalkan tahun 1964 melalui film Empire karya Andy Warhol. 


Bahkan saat itu, Empire terpilih menjadi salah satu yang masuk daftar film nasional Amerika serikat versi perpustakaan kongres. 


Di Indonesia, film bisu juga sudah hadir sejak lama, tepatnya tahun 1926 buah karya G. Krueger bersama L. Heuveldrop. Judulnya Loetoeng Kasaroeng, dan rilis saat Indonesia masih dijajah Belanda dengan nama pemerintahan kala itu Hindia Belanda. Swa cakap masih digunakan hingga saat ini sebagai bagian dari sebuah drama atau sinetron.


Aspek Penilaian Monolog


Berikut ini adalah beberapa aspek penilaian monolog yang dapat Anda gunakan:

1. Kesesuaian Tema: Aspek pertama dalam melakukan monolog adalah kesesuaian tema.

2. Penguasaan Karakter: Aspek monolog yang kedua adalah penguasaan karakter.

3. Penguasaan Panggung: Monolog yang merupakan seni yang diperankan atau dibawakan di atas panggung, sehingga ketika memainkannya, pemeran harus menguasai panggung.

4. Properti dan Kostum: Properti dan kostum juga merupakan aspek penting dalam penilaian monolog.

5. Dekorasi: Dekorasi juga merupakan aspek penting dalam penilaian monolog.

6. Vocal atau Intonasi: Vocal atau intonasi juga merupakan aspek penting dalam penilaian monolog.


Cara Menulis Naskah Monolog yang Baik


Menulis naskah monolog yang baik memerlukan perhatian terhadap beberapa hal. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda menulis naskah monolog yang baik:

1. Tentukan perspektif monolog: Sebuah monolog yang baik harus mampu menonjolkan perspektif salah satu karakter dalam drama.

2. Tentukan tujuan monolog: Sebuah monolog yang baik harus memiliki tujuan dan mampu berkontribusi terhadap keseluruhan drama.

3. Tentukan siapa yang akan dibahas di dalam monolog: Dengan kata lain, tentukan siapa yang akan diajak bicara oleh pembaca monolog agar Anda mempertimbangkan kacamata audiens.

4. Pertimbangkan strukturnya: Monolog paling efektif bila memiliki struktur dan ruang lingkup yang jelas.

5. Perhatikan detail: Perhatian yang cermat terhadap detail dapat membantu memisahkan monolog yang baik dari monolog yang luar biasa.


Contoh Naskah Monolog yang Terkenal


Berikut ini adalah beberapa contoh naskah monolog yang terkenal:

1. Tikus di Sawah: Ini adalah contoh teks drama monolog yang diterbitkan oleh Kompas.com. Naskah ini menceritakan tentang seorang petani yang datang dengan cangkul di pundaknya dan menaruh cangkul, kemudian duduk dan mengibaskan kaosnya karena gerah.

2. DEMOKRASI: Ini adalah contoh teks monolog karya Putu Wijaya yang diterbitkan oleh Berita Ragam. Naskah ini menceritakan tentang seorang warga desa yang tanahnya kena gusur membawa pelakat berisi tulisan demokrasi.

3. MESIN TIK YANG MATI: Ini adalah contoh naskah drama monolog karya NN yang diterbitkan oleh Kompasiana.com.

4. HATI YANG MERACAU: Ini adalah contoh naskah drama monolog karya Edgar Allan Poe yang diterbitkan oleh Kompasiana.com.


Baca juga: Pengertian Prolog


Demikianlah artikel tentang pengertian Monolog, ciri-ciri, jenis-jenis, sejarah dan contoh naskah Monolog yang terkenal. Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

0 comments