Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Apa yang dimaksud dengan diksi atau pilihan kata? Pengertian diksi adalah pemilihan kata yang memiliki makna yang benar atau selaras dan dalam penggunaannya memiliki kecocokan dalam mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa, dan khalayak ramai seperti pembaca atau pendengar diksi (menurut KBBI).

Materi diksi yang akan Materibindo jabarkan antara lain pengertiannya, fungsi, ciri-ciri, syarat, jenis dan contoh diksi.

Pemakaian diksi yang tepat, benar, dan cermat membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang tepat dapat mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.

Memilih kata merupakan hal penting yang harus dilakukan, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun saat tampil menjadi seorang pembicara.

Bila pembicara berpidato dengan baik, pendengar jarang menyadari manipulasi daya tarik motif yang digunakan, tidak mengetahui organisasi dan sistem penyusunan pesan, tidak pula mengerti teknik-teknik pengembangan pokok bahasan. Namun, setiap pendengar mengetahui pasti pembicara yang baik.

Di awal artikel kita telah menyinggung mengenai definisi diksi menurut KBBI. Agar kita lebih memahami tentang diksi, sebaiknya kalian membaca pengertian diksi menurut para ahli di bawah ini.

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

Pengertian Diksi - Fungsi, Ciri, Syarat, Jenis, Contohnya

Agar kita lebih memahami apa itu diksi atau pilihan kata, beberapa ahli berikut memberikan pendapatnya yang bisa kita jadikan rujukan. Berikut ini pengertian diksi menurut para ahli.

1. Gorys Keraf


Pengertian diksi menurut Gorys Keraf mencakup beberapa point penting yaitu:

  • Diksi atau pilihan kata adalah mencakup pengertian kata-kata mana yang harus digunakan untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau bagaimana menggunakan ungkapan-ungkapan, dan gaya mana yang paling tepat digunakan dalam suatu situasi.
  • Diksi atau pilihan kata adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang hendak disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang cocok dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar dan pembaca.

2. Harimurti


Pengertian diksi menurut Harimurti adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk mendapatkan efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

3. Susilo Mansurudin


Pengertian diksi menurut Susilo adalah pilihan kata.

Pemakaian diksi yang benar, cermat, dan tepat dapat membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang cocok dalam kata lain adalah tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.

4. Widyamartaya


Pengertian diksi menurut Widyamartaya adalah kemampuan seseorang dalam membedakan secara benar suatu nuansa-nuansa makna yang tepat dengan gagasan yang disampaikannya, dan kemampuan tersebut sesuai dengan kehendak situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar atau pembaca.

5. Enre


Definisi diksi menurut Enre adalah penggunaan kata yang cocok dalam mewakili pikiran dan juga perasaan yang ingin disampaikan dalam suatu pola untuk kalimat.

6. Achmadi


Pengertian diksi menurut Achmadi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

7. Mustakim


Mustakim membedakan antara istilah pilihan kata dan pemilihan kata. Pengertian pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

Fungsi Diksi


Diksi memiliki sejumlah fungsi mendasar seperti yang akan disebutkan berikut.

  • Upaya membantu melambangkan ide atau gagasan yang akan diekspresikan lewat bahasa yang digunakan.
  • Membentuk gaya ekspresi ide atau gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
  • Diksi yang tepat membantu menciptakan suasana dan nuansa komunikasi yang juga benar-benar tepat.
  • Diksi yang tepat membantu mencegah terjadinya kesalahpahaman dan kesalahtafsiran dalam proses komunikasi.

Ciri-Ciri Diksi


Diksi tentunya memiliki karakteristik. Apa saja ciri-ciri diksi itu? Berikut ini penjelasannya.

  • Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan ide atau gagasan atau hal yang diamanatkan.
  • Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pendengar atau pembaca.
  • Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.

Syarat-Syarat Kesesuaian Diksi


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap pembicara, agar kata-kata yang dipakai tidak akan mengganggu suasana dan tidak akan menimbulkan ketegangan antara pembicara dengan audiens.

Adapun syarat-syarat diksi adalah sebagai berikut.

  1. Menghindari sejauh mungkin bahasa atau unsur substandar dalam suatu situasi yang formal.
  2. Menggunakan kata-kata ilmiah dalam situasi yang khusus saja.
  3. Menjauhkan kata-kata atau bahasa yang aritifisal.

Jenis-Jenis Diksi dan Contohnya


Umumnya diksi dibagi menjadi dua jenis, yakni diksi berdasarkan maknanya dan diksi berdasarkan leksikal.

Diksi berdasarkan maknanya terbagi menjadi dua macam, yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Sedangkan, diksi berdasarkan leksikal terbagi menjadi tujuh macam, yaitu sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf, polisemi, hipernim dan hiponim.

Berikut ini kami akan menjelaskan macam-macam jenis diksi beserta contohnya.

A. Jenis Diksi Berdasarkan Maknanya


1. Makna Denotatif


Makna denotatif adalah makna apa adanya (umum). Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Makna denotatif disebut makna refensial, konseptual, atau ideasional karena makna kata tersebut mengacu pada acuan (referen), konsep, atau ide tertentu.

Di samping itu, makna ini disebut pula makna kognitif atau proposional karena berhubungan dengan kesadaran atau pengetahuan atau berhubungan dengan pernyataan faktual.

Berikut ini contoh diksi bermakna denotatif:

  • Dian berinvestasi sejak dulu, sekarang ia mendapatkan "keuntungan melimpah".
  • Doni telah "kerja keras" untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
  • Rani adalah seorang gadis yang "cantik".

2. Makna Konotatif


Sedangkan, makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Makna ini disebut pula makna emotif atau evaluatif. Makna konotatif lebih bersifat pribadi dan khusus.

Berikut ini contoh diksi bermakna konotatif:

  • Dian berinvestasi sejak dulu, sekarang ia mendapatkan "durian runtuh".
  • Doni telah "membanting tulang" untuk menghidupi keluarganya.
  • Rani adalah seorang gadis yang "manis".

B. Jenis Diksi Berdasarkan Leksikal


1. Sinonim


Sinonim adalah bentuk bahasa yang bermakna mirip atau sama dengan bentuk lain atau biasa disebut persamaan kata. Berikut ini contoh sinonim:

  • Pintar = Pandai
  • Lezat = Enak
  • Nakal = Bandel
  • Netral = Objektif
  • Cantik = Anggun

2. Antonim


Antonim adalah kata yang maknanya berlawanan dengan kata lain atau biasa disebut juga lawan kata. Berikut ini contoh antonim:

  • Kurus >< Gemuk
  • Tinggi >< Pendek
  • Gelap >< Terang
  • Cepat >< Lambat
  • Naik >< Turun
  • Besar >< Kecil
  • Mahal ><Murah
  • Cantik >< Jelek
  • Fiksi >< Nonfiksi
  • Fakta >< Fiksi

3. Homonim


Homonim adalah kata yang sama cara lafal atau ejaannya, tetapi berlainan maknanya karena berasal dari sumber yang berbeda. Berikut ini contoh homonim:

  • Aku ulang tahun pada "bulan" Februari.
  • Malam ini "bulan" bersinar terang dan sangat indah.

Kata "bulan" pada kedua kalimat tersebut memiliki makna yang berbeda walaupun ejaan atau cara pelafalannya sama.

4. Homofon


Homofon adalah kata yang berbeda ejaan dan maknanya, tetapi lafalnya sama. Berikut ini contoh homofon:

  • Doni sangat menyukai musik bergenre "rock".
  • Dian biasanya memakai "rok" saat ke kampus.

Penggunaan kata "rock" dan "rok" pada kalimat di atas memiliki lafal yang sama, namun ejaan atau artinya berbeda.

5. Homograf


Homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya. Berikut ini contoh homograf:

  • Yanti suka sekali makan tahu goreng.
  • Rani tidak tahu kalau hari ini sekolah libur.

Kata "tahu" pada kalimat di atas ejaanya sama, tetapi memiliki pelafalan dan makna yang berbeda.

6. Polisemi


Polisemi adalah bentuk bahasa yang memiliki makna lebih dari satu. Berikut ini contoh polisemi:

  • Tangan Bayu terluka karena terjatuh dari sepeda motor.
  • Yanto merupakan tangan kanan Yusuf.

Kata "Tangan" pada kalimat di atas memiliki makna yang berbeda.

7. Hiponim dan Hipernim


Hiponim adalah kata khusus atau artinya tercakup di dalam kata lain yaitu hipernimnya atau kata umumnya. Berikut ini contoh hiponim dan hipernim:

  • Yanto ahli dalam memainkan berbagai alat musik seperti gitar, drum, piano, suling, dan sebagainya.

Pada kalimat di atas, hiponim-nya adalah gitar, drum, piano, suling, dan sebagainya. Sedangkan hipernim-nya adalah alat musik.

Baca juga: Macam Jenis Konjungsi

Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian, fungsi diksi, ciri-ciri, syarat diksi serta jenis diksi dan contohnya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimkasih.

Referensi: www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-diksi.html
sastrawacana.id/pengertian-diksi-menurut-para-ahli/
www.dictio.id/t/apa-saja-ciri-ciri-diksi/87996
digilib.uinsby.ac.id/3758/5/Bab%202.pdf
file.upi.edu/Direktori/.../DIKSI_ATAU_PILIHAN_KATA_power_point.pdf

KLIK UNTUK BERKOMENTAR