Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Pengertian Gurindam - Gurindam adalah puisi rakyat dari Tamil (India). Kata gurindam berasal dari sastra Hindu "kikirandam", yang dalam bahasa Tamil berarti asal mula atau perumpamaan. Umumnya digunakan sebagai pemberi nasihat atau sama seperti kata-kata mutiara.

Gurindam adalah pusi Melayu lama yang terdiri atas dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan irama yang sama dan merupakan kesatuan yang utuh.

Gurindam disebut juga sebagai perkataan sempurna dengan dua baris (larik) yang berpasangan berima a-a, berisi nasihat atau amsal (ucapan yang mengandung kebenaran).

Berikut merupakan pengertian gurindam, ciri-ciri gurindam, fungsinya, jenis-jenis gurindam dan contoh gurindam duabelas (12) karya Raja Ali Haji.

Baca juga: Pengertian Syair, Jenis-Jenis, Unsur, Ciri, Kaidah dan Contohnya

Pengertian Gurindam

Gurindam (Lengkap): Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Gurindam adalah jenis puisi lama yang berasal dari Tamil (India).

Gurindam adalah salah satu puisi melayu lama terdiri atas dua baris (larik) pada setiap baitnya. Larik pertama merupakan syarat atau persoalan, yang akan dijawab oleh larik kedua.

Jadi, jika larik pertama adalah pertanyaan maka larik kedua adalah jawaban, jika larik pertama adalah sebab maka larik kedua adalah akibat. Larik pertama bukan sebagai sampiran sebagaimana pantun.

Menurut KBBI, gurindam adalah sajak dua baris yang mengandung nasihat atau petuah. Misalnya: salah-salah bisa jadi lawan, baik-baik memilih kawan.

Menurut Ismail Hamid (1989), istilah gurindam berasal dari bahasa sangkrit.

Sedangkan menurut Raja Ali Haji, gurindam yaitu perkataan yang bersajak akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya saja, jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawaban.

Fungsi-Fungsi Gurindam


Berdasarkan isinya, gurindam dapat dianggap sebagai puisi lama yang digunakan untuk tujuan pendidikan sekaligus sebagai hiburan.

Selain itu, gurindam juga berfungsi sebagai dokumentasi gambaran masyarakat yang dapat memancarkan kreativitas dan estetika serta daya intelektual masyarakat Melayu lama dalam menangani hal-hal kehidupan mereka.

Gurindam juga dapat dijadikan sebagai media komunikasi antara masyarakat, terutama dalam majelis-majelis formal.


Ciri-Ciri Gurindam


Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri gurindam? Berikut merupakan ciri-ciri gurindam yang dapat kalian pelajari.
  • Gurindam terdiri dari dua baris (larik) tiap baitnya.
  • Tiap baris (larik) terdiri atas empat kata.
  • Tiap baris (larik) terdiri atas 8-12 suku kata
  • Tiap baris (larik) memiliki rima atau bersajak a-a, b-b, c-c, dst
  • Tiap baris (larik) memiliki hubungan sebab akibat
  • Isi dari gurindam ada pada larik kedua
  • Isi dari gurindam biasanya berupa nasihat-nasihat, kata-kata mutiara dan juga untuk menyindir

Jenis-jenis Gurindam


Gurindam berangkai


Gurindam berangkai merupakan gurindam yang kata pertama dalam baris pertama setiap gurindam adalah sama.

Contoh gurindam berangkai:
Senang mendaki gunung yang landai
Rajin belajar pastilah pandai

diberi ilmu sebaiknya hargai
Rajin belajar pastilah pandai

cahari olehmu akan sahabat
yang dapat dijadikan obat

cahari olehmu akan guru
yang mampu memberi ilmu

cahari olehmu akan kawan
yang berbudi serta berkawan

cahari olehmu akan abadi
yang terampil serta berbudi 

Gurindam berkait


Gurindam berkait merupakan gurindam yang bait pertamanya mempunyai hubungan erat dengan bait berikutnya.

Contoh gurindam berkait:
Sebelum bekerja pikir dahulu
agar pekerjaan selamat selalu

kalau bekerja terburu-buru
tentulah banyak keliru

Contoh Gurindam 12 (duabelas)


Gurindam 12 (dua belas) ditulis pada tarikh 23 Rajab 1263 Hijriyah atau 1874 Masehi  oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Riau dalam usia 38 tahun. Karya ini terdiri atas 12 fasal dan dikategorikan sebagai Syi'r al-Irsyadi atau puisi didaktik, karena berisikan petunjuk dan nasihat menuju hidup yang diridhai oleh Allah SWT.

Dan juga terdapat pula pelajaran dasar ilmu Tasawwuf mengenai "yang empat", yaitu syari'at, tarekat, hakikat, dan makrifat. Diterbitkan pada tahun 1854 dalam Tjidschrft van het Bataviaasch Genootschap No. II, dengan huruf Arab dan diterjemahkan dalam Bahasa Belanda oleh Elisa Netscher.

Pasal 1


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 1 (pertama) "Memberi nasihat tentang agama (religius)."

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

Maknanya adalah setiap manusia harus memiliki agama, karena agama sangat penting bagi kehidupan manusia, orang yang tak mempunyai agama akan buta arah dalam menjalankan hidupnya.

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang makrifat

Maknanya adalah  untuk mencapai kesempurnaan dalam hidup, manusia harus mengenal empat zat yaitu Syariat, Tarekat, Hakekat, dan Makrifat.

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

Maknanya adalah seseorang yang bertaqwa kepada Allah, pasti akan taat pada segala perintah Allah.

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri

Maknanya adalah orang yang tidak beragama tidak akan memiliki identitas diri dan tidak akan dekat dengan Allah SWT.

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terperdaya

Maknanya adalah kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan dunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan menyadari bahwa dunia itu hanya sesaat.

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat

Maknanya adalah di dunia ini kita hanya hidup sementara, setelah kita meninggal dunia setiap manusia akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Pasal 2


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 2 (kedua) "Menceritakan tentang orang-orang yang meninggalkan sembayang, puasa, zakat, dan haji serta akibatnya."

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut

Maknanya adalah semakin seorang dekat dan mengetahui tentang agamanya pasti ia akan takut dan orang tersebut harus menjalani segala perintah-Nya dan wajib melaksakannya.

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Maknanya adalah orang yang tidak sembahyang bagaikan rumah yang tidak memiliki tiang, shalat merupakan pegangan hidup/tiang agama.

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa

Maknanya adalah orang yang meninggalkan ibadah puasa, ia akan kehilangan dunia dan akhirat, berarti Allah tidak akan menjaga orang itu.

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat

Maknanya adalah harta orang yang tidak membayar zakat, tidak akan diridhai Allah.

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

Maknanya adalah orang tidak pergi berhaji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan janjinya sebagai seorang beragama Islam.

Pasal 3


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 3 (ketiga) "Tentang budi pekerti, yaitu menahan kata-kata yang tidak perlu dan makan seperlunya."

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita

Maknanya adalah mata harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya jangan sampai melihat apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping

Maknanya adalah telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutan.

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah

Maknanya adalah orang yang menjaga omongannya akan mendapatkan manfaat.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan

Maknanya adalah jangan suka mengambil barang yang bukan menjadi hak kita.

Apabila perut teralalu penuh
Keluarlah fi'il yang tiada senonoh

Maknaya adalah segala sesuatu yang berlebihan itu akan menimbulkan dampak yang buruk.

Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Maknanya adalah nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Maknanya adalah jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubazir dan maksiat. Melangkahlah dijalan yang benar dan diridhai Allah SWT.

Pasal 4


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 4 (keempat) "Tentang tabiat yang mulia, yang muncul dari hati (nurani) dan akal pikiran (budi)."

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh

Maknanya adalah jagalah hati dari perbuatan yang dilarang oleh agama.

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah

Maknanya adalah hati yang dengki hanya merugikan diri sendiri.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir

Maknanya adalah berbicara harus dipikir dahulu supaya tidak celaka kemudian.

Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala

Maknanya adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan emosi, maka akan membuat pikirannya tidak bisa menghasilkan kebaikan.

Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

Maknanya adalah orang yang pernah berbohong, sedikit apapun dustanya, akan terus tampak di mata orang lain.

Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka

Maknanya adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri sampai harus dikatakan oleh orang lain.

Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah

Maknanya adalah sifat pelit akan menguras hartanya sendiri, berarti dengan menjadi dermawan justru harta akan bertambah.

Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar

Maknanya adalah jagalah setiap perbuatan kita.

Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor

Maknanya adalah kelakukan dan kata-kata hendaklah harus selalu bersih dan halus.

Di manakah tahu salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi

Maknanya adalah diri sendiri dapat dinilai dari pendapat orang lain.

Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih

Maknanya adalah jangan mengambil pekerjaan yang haram.

Pasal 5


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 5 (kelima) "Tentang pentingnya pendidikan dan memperluas pergaulan dengan kaum terpelajar."

Jika hendak mengenai orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa

Maknanya adalah orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur katanya.

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia

Maknanya adalah orang yang bahagia merupakan orang yang berhemat dan tidak melakukan perbuatan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia

Maknanya adalah untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnya.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Maknanya adalah orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran dalam hidupnya di dunia.

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal

Maknanya adalah orang yang berakal merupakan orang yang telah mempersiapkan bekal waktu hidup di dunia ini.

Jika hendak mengenal orang yang perangai
Lihat pada ketika bercamur dengan orang ramai

Maknanya adalah jika ingin mengetahui sifat baik seseorang maka lihatlah saat dia bergaul dengan masyarakat.

Pasal 6


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 6 (keenam) "Tentang pergaulan, yang menyarankan untuk mencari sahabat yang baik, demikian pula guru sejati yang dapat mengajarkan mana yang baik dan buruk."

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Maknanya adalah sahabat yang setia dan dapat membantu kita.

Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru

Maknanya adalah carilah guru yang serba tahu dan tidak menyembunyikan hal-hal buruk.

Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh dimenyerahkan diri

Maknanya adalah istri yang patut diambil adalah istri yang berbakti.

Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

Maknanya adalah carilah teman yang setia disaat kita senang ataupun susah.

Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi

Maknanya, pengikut, pembantu, budak yang baik untuk diambil adalah abdi yang berbudi.

Pasal 7


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 7 (ketujuh) "Berisi nasihat agar orang tua membangun akhlak dan budi pekerti anak-anaknya sejak kecil dengan sebaik mungkin. Jika tidak, kelak orang tua akan repot sendiri."

Apabila banyak berkata-kata
Disitulah jalan masuk dusta

Maknanya adalah orang yang banyak bicara memperbesar kemungkinan berdusta.

Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itulah landa hampirkan duka

Maknanya adalah terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam saat sesuatu itu tidak seperti yang diharapkan.

Apabila kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat

Maknanya adalah setiap pekerjaan harus ada persiapannya.

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih

Maknanya adalah anak yang tidak di didik sejak kecil akan menjadi anak yang membangkang kepada orangtuanya.

Apabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

Maknanya adalah jangan suka menghina orang lain.

Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sahajalah umur

Maknanya adalah pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya.

Apabila mendengar akan khabar
Menerimanya itu hendaklah sabar

Maknanya adalah jika mendengar kabar duka atau tidak menyenangkan kita harus menerimanya dengan lapang dada.

Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan

Maknanya adalah jangan mudah terpengaruh dengan omongan orang lain.

Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut

Maknanya adalah perkataan yang lemah lembut akan lebih di dengar orang lain daripada perkataan yang kasar.

Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar

Maknanya adalah perkataan yang kasar akan membuat orang lain yang berada didekatnya menjadi gusar.

Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar

Maknanya adalah orang yang benar yang disalahkan/difitnah.

Pasal 8


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 8 (kedelapan) "Berisi nasihat agar orang tidak percaya pada orang yang culas dan tidak berprasangka buruk terhadap seseorang."

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya

Maknanya, orang yang ingkar dan aniaya terhadap dirinya sendiri adalah orang yang tak dapat dipercayai.

Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya

Maknanya adalah jangan pernah percaya terhadap orang yang suka menganiaya.

Lidah yang suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya

Maknanya adalah jangan suka menyalahkan orang lain dan menganggap diri sendiri paling benar.

Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar pada orang datangnya khabar

Maknanya adalah pujian jangan dibuat sendiri tapi tunggulah datang dari orang lain.

Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa

Maknanya adalah jangan menginginkan imbalan dari setiap jasa yang telah diperbuat.

Kejahatan diri sembunyikan
Kebajikan diri diamkan

Maknanya adalah sifat jelek dari diri kita jangan ditampakkan begitu pula dengan kebaikan yang telah kita perbuat.

Keaiban orang jangan dibuka
Keaiban diri hendaklah sangka

Maknanya adalah jangan membuka aib atau keburukan orang lain, kesalahan diri sendiri harus disadari.

Pasal 9


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 9 (sembilan) "Berisi nasihat tentang moral pergaulan pria dan wanita dan tentang pendidikannya. Hendaknya dalam pergaulan antara pria dan wanita ada pengendalian diri dan setiap orang selalu rajin beribadah agar kuat imannya."

Tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan
Bukannya manusia ia itulah syaitan

Maknanya adalah manusia yang sudah mengetahui bahwa pekerjaan tersebut dilarang oleh Allah tetapi tetap dikerjakan, maka manusia itu tidak dapat dikatakan sebagai manusia.

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa

Maknanya adalah kejahatan seorang perempuan tua bagaikan pimpinan setan.

Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja

Maknanya adalah jangan pernah tergoda akan kekayaan.

Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat berkuda

Maknanya adalah semasa muda jagalah iman, jangan sampai tergoda rayuan setan.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan

Maknanya adalah jika terdapat seorang lelaki dan perempuan maka disitu pulalah setan berada untuk menganggu iman mereka.

Adapun orang tua yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat 

Maknanya adalah orang yang semasa mudanya tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu melangkah ke jalan Allah maka setan akan menjauhi orang tersebut.

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru

Maknanya adalah orang muda yang gemar belajar akan dijauhi setan.

Pasal 10


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 10 (sepuluh) "Berisi nasihat keagamaan dan budi pekerti, yaitu kewajiban anak untuk menghormati orang tuanya."

Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka

Maknanya adalah jangan durhaka terhadap bapak/ayah/abi.

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Maknanya adalah setiap orang harus hormat kepada ibunya yang telah bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya, surga itu terletak ditelapak kaki ibu.

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai

Maknanya adalah jagalah anak karena anak adalah titipan Allah.

Dengan isteri dan gundik janganlah alpa
Supaya kemaluan jangan menerpa

Maknanya adalah setiap orang harus menjaga nafsu terhadap istri supaya hubungan baik tetap terjaga.

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil

Maknanya adalah bersikap adil lah terhadap sesama teman.

Pasal 11


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 11 (sebelas) "Berisi nasihat kepada para pemimpin agar menghindari tindakan yang tercela, berusaha melaksanakan amanat anak buah dalam tugasnya serta tidak berkhianat."

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa

Maknanya adalah berjasalah bagi negara dan bangsa, optimalkan setiap kemampuan yang kita miliki sehingga kita bisa mengharumkan nama bangsa.

Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang cela

Maknanya adalah saat kamu menjadi pemimpin, hilagkan perangai buruk dan tercela.

Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat

Maknanya adalah pegang amanat kepemimpinan tersebut, jangan sampai mengkhianati masyarakat.

Hendak marah
Dahulukan hajat

Maknanya adalah jika hendak marah, pikir ulang lagi, apakah marah tersebut akan mendatangkan kebaikan dan menyelesaikan hajat orang banyak.

Hendak dimulai
Jangan melalui

Maknanya adalah segala sesuatu perlu awal yang baik.

Hendak ramai
Murahkan perangai

Maknanya adalah jika ingin dikenal bak oleh orang, jagalah perilaku dan budi pekerti.

Pasal 12


Makna yang terkandung dalam gurindam 12 pasal 12 (duabelas) "Berisikan tentang tugas seorang raja, mentri maupun rakyat terhadap bangsa dan negranya. Segala aturan yang telah ditetapkan maka harus dipatuhi."

Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri

Maknanya, hubungan antara raja dengan menteri adalah saling menjaga satu sama lain dan juga harus bekerjasama.

Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja

Maknanya adalah hukum harus didasari oleh ham.

Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu

Maknanya adalah bila menghormati orang yang berilmu, tandanya akan mendapat rahmat Allah.

Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai

Maknanya adalah menghormati orang berilmu, tandanya ia mengenal kematian yang merupakan gerbang alam akhirat.

Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti

Maknanya adalah bila manusia mengingat mati, ia akan lebih berbakti kepada Allah.

Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta

Maknanya adalah orang yang tak buta mata hatinya, akan meyakini bahwa akhirat benar terjadi.

Keterangan:
  • Bakhil ; kikir atau pelit
  • Balai : rumah tempat menanti raja (di antara kediaman raja-raja)
  • Bachri : hal mengenai lautan (luas)
  • Berperi : berkata-kata
  • Cindai : kain sutra yang berbunga-bunga
  • Damping : dekat, karib, atau akrab
  • Fi’il : tingkah laku, perbuatan
  • Hujjah : tanda, bukti, atau alasan
  • Inayat : pertolongan atau bantuan
  • Kafill : majikan atau orang yang menanggung kerja
  • Kasa : kain putih yang halus
  • Ketor : tempat ludah (ketika makan sirih), peludahan
  • Ma’rifat : tingkat penyerahan diri kepada Tuhan yang setahap demi setahap sampai pada tingkat keyakinan yang kuat
  • Menyalah : melakukan kesalahan
  • Mudarat : sesuatu yang tidak menguntungkan atau tidak berguna
  • Pekong : (pekung) penyakit kulit yang berbau busuk
  • Penggawa : kepala pasukan, kepala desa
  • Perangai : sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan
  • Senonoh : perkataan, perbuatan, atau penampilan yang tidak patut (tidak sopan)
  • Tegah : menghentikan
  • Teperdaya : tertipu
  • Termasa : tamasya

Baca juga: SELOKA (Lengkap): Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Demikianlah artikel hari ini tentang pengertian gurindam, ciri-cirinya, fungsinya, jenis gurindam beserta contoh gurindam 12. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Referensi: kelasmayaku.wordpress.com/2010/10/21/gurindam-12-raja-ali-haji/
lolilolapop21.blogspot.com/2013/01/gurindam-duabelas_7001.html
andrianibastra.blogspot.com/2012/06/ciri-ciri-gurindam.html
yolandahaniyah.blogspot.com/2012/10/pengertian-gurindam.html
gurindamkasih.weebly.com/ciri-jenis--fungsi.html
e-newsdotcom.blogspot.com/2015/11/arti-dan-maksud-gurindam-12-raja-ali_29.html
artikelampuh.blogspot.com/2015/02/pengertianjenisciri-dan-contoh-gurindam.html
saptowijaya.blogspot.com/2013/09/macam-macam-gurindam.html

KLIK UNTUK BERKOMENTAR