Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Pengertian kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua klausa atau lebih sebagai hasil penggabungan atau perluasan. Contoh kalimat majemuk ini dapat kalian temukan pada fokus "Kerusakan Jalan Semakin Cepat", yaitu pada kalimat Kerusakan jalan terjadi semakin cepat karena jalan terbebani melebihi kapasitasnya.

Kalimat tersebut disebut kalimat majemuk karena merupakan penggabungan dua kalimat tunggal dengan menggunakan konjungsi karena.

Selain itu terdapat juga jenis-jenis kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk campuran, kalimat majemuk rapatan, dan kalimat majemuk perluasan. Berikut ini penjelasan lengkapnya tentang kalimat majemuk yang terdapat di pelajaran Bahasa Indonesia.

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri, Jenis & Contoh Campuran, Bertingkat, Setara

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih sebagai hasil penggabungan atau perluasan. Kalimat majemuk disebut juga kalimat luas atau kompleks.

Kalimat majemuk adalah suatu bentuk kalimat luas, hasil penggabungan atau perluasan kalimat tunggal sehingga membentuk satu pola atau pola kalimat baru di samping pola yang ada.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk


  1. Mengandung penggabungan atau perluasan
  2. Perluasan itu membentuk pola kalimat yang baru 
  3. Terdapat perubahan intonasi
  4. Terdapat subjek dan predikat lebih dari satu


Jenis-Jenis Kalimat  Majemuk


Berdasarkan hubungan pola-polanya, kalimat majemuk terbagi atas 5 (lima) macam kalimat majemuk:

1. Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)


Kalimat majemuk setara adalah suatu kalimat luas yang antara pola kalimatnya mempunyai kedudukan yang sama atau kalimat gabungan yang hubungan antara pola-pola kalimat di dalamnya setara atau sederajat.

Kalimat ini dibentuk dengan menggabungkan kalimat tunggal. Kalimat majemuk ini biasanya ditandai dengan kata penghubung dan, lagi, atau, tetapi, melainkan, sedangkan, bahkan, malahan.

Kalimat majemuk setara bersifat koordinatif, tidak saling menerangkan. Kalimat majemuk setara ada 4 (empat) macam, yaitu:

  1. Setara gabungan menggunakan kata dan, serta;
  2. Setara pilihan menggunakan kata atau;
  3. Setara urutan menggunakan kata lalu, lantas, kemudian;
  4. Setara perlawanan menggunakan kata tetapi.


Contoh kalimat majemuk setara:

  • Dosen menerangkan kalimat majemuk dan mahasiswa mendengarkannya dengan cermat.
  • Dosen serta mahasiswa bekerja secara kreatif dan inovatif.
  • Saya harus kuliah dengan nilai yang tinggi atau tidak usah kuliah.
  • Lisa pulang lalu pergi menjemput anaknya.
  • Kami bekerja dan menabung kemudian mengawali bisnis ini.
  • Kakek pergi ke Pekanbaru dan nenek di rumah. 
  • Yusuf membaca manga, sedangkan Doni menonton Youtube.

Kami akan memberikan penjelasan dari salah satu contoh kalimat majemuk setara di atas.

Klausa 1 : Yusuf membaca manga

Klausa 2:  Doni menonton Youtube

Gabungan : Yusuf membaca manga, sedangkan Doni menonton Youtube.

Klausa 1 dan Klausa 2 di atas, sudah menjadi klausa yang utuh setidaknya memiliki subjek dan predikatnya masing-masing. Oleh karena itu, meskipun tidak dihubungkan dengan konjungsi sedangkan, keduanya tetap dapat berdiri menjadi kalimat yang sempurna.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat


Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang salah satu unsurnya diperluas sehingga membentuk pola baru. Di dalam kalimat majemuk bertingkat dikenal klausa bawahan (anak kalimat) dan klausa atasan (induk kalimat). Letak klausa atasan tidak selalu harus di depan, tetapi juga dapat di belakang.

Kalimat majemuk bertingkat disusun berdasarkan jenis anak kalimatnya. Kalimat majemuk bertingkat ada 8 (delapan) macam dibedakan berdasarkan jenis anak kalimat (AK).

  1. AK keterangan waktu menggunakan kata ketika, waktu, saat, setelah, sebelum;
  2. AK keterangan sebab menggunakan kata sebab, lantaran karena;
  3. AK keterangan hasil (akibat) menggunakan kata hingga, sehingga, akhirnya;
  4. AK keterangan syarat menggunakan kata jika, apabila, kalau, andaikata;
  5. AK keterangan tujuan menggunakan kata agar, supaya, demi, untuk, guna;
  6. AK keterangan cara menggunakan kata dengan, dalam;
  7. AK keterangan posesif menggunakan kata meskipun, walaupun, biarpun;
  8. AK keterangan pengganti nomina menggunakan kata bahwa.


Contoh kalimat majemuk bertingkat:

  • Banjir terjadi ketika penduduk tertidur nyenyak.
  • Ketika penduduk tertidur nyenyak, banjir terjadi.
  • Mereka segera pergi mencari peluang kerja setelah menyelesaikan studinya.
  • Waktu diangkat sebagai pejabat, ia belum menunjukkan kewibawaannya.
  • Lalu lintas macet karena karyawan di sekitar jalan itu pulang bersamaan.
  • Gempa bumi datang tiba-tiba akibatnya ratusan penduduk tewas.
  • Pengusaha itu bekerja keras sehingga berhasil mendapatkan untung yang melimpah.
  • Andaikata engkau memenangkan lomba itu, bagaimana perasaanmu?
  • Saya akan santuni orang miskin apabila mendapatkan uang sebanyak itu.
  • Agar rakyat makmur, kita harus memberikan penyuluhan kerja yang kreatif.
  • Dalam menghadapi kesulitan tersebut ia menerima dengan kesabaran.
  • Biarpun baru pukul setengah enam, saya sudah berangkat ke kantor.
  • Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus menegakkan hukum.

Kami akan memberikan penjelasan dari salah satu contoh kalimat majemuk bertingkat di atas.

Klausa 1 : Saya akan santuni orang miskin
Klausa 2 : mendapatan uang sebanyak itu

Gabungan : Saya akan santuni orang miskin apabila mendapatkan uang sebanyak itu.

Klausa 1 merupakan induk kalimat, alasannya karena memiliki unsur klausa yang lengkap, yakni subjek (saya) dan predikat (santuni). Oleh karena itu, Klausa 1 dapat berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat utuh.

Sedangkan Klausa 2 hanya memiliki predikat (mendapatkan) sehingga tidak dapat menjadi kalimat yang utuh karena membutuhkan subjek.

3. Kalimat Majemuk Campuran


Kalimat majemuk campuran adalah penggabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

Contoh kalimat majemuk campuran:


  • Indonesia negara agraris, tetapi Indonesia menghadapi kendala serius dalam hal musim sehingga swasembada beras tidak tercapai.
  • Bangsa Indonesia bekerja keras mengejar ketinggalan ekonomi setelah krisis politik berkepanjangan dan krisis keamanan mulai membaik.
  • Kinerja bisnis mulai membaik dan perkembangan ekonomi mulai stabil setelah berhasil melangsungkan pemilu secara demokratis.
  • Saya, Rahmad, dan Abdi bermain sepakbola di lapangan terbuka, meskipun hujan.


Kami akan memberikan penjelasan dari salah satu contoh kalimat majemuk campuran di atas.

Klausa 1 : Saya bermain sepakbola di lapangan terbuka

Klausa 2 : Rahmad bermain sepakbola di lapangan terbuka

Klausa 3 : Abdi bermain sepakbola di lapangan terbuka

Klausa 4 : hujan

Gabungan : Saya, Rahmad, dan Abdi bermain sepakbola di lapangan terbuka, meskipun hujan.

Klausa 1 sampai 3 merupakan induk kalimat yang bisa digabung menjadi kalimat majemuk rapatan sebab memiliki predikat, objek, dan keterangan yang sama. Sementara itu, hujan merupakan klausa tidak sempurna menjadi anak kalimat.

4. Kalimat Majemuk Rapatan


Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya dirapatkan karena kata-kata/frasa dalam kalimat tersebut menduduki jabatan yang sama. Perapatannya diperoleh dengan menghilangkan unsur-unsur yang sama.

Perulangan unsur tersebut biasanya dipisahkan dengan konjungsi dan, serta, atau, juga; ataupun tanda koma (,).

Contoh kalimat majemuk rapatan:

Klausa 1 : Toni menonton pertandingan sepak bola

Klausa 2 : Tono menonton pertandingan sepak bola

Gabungan : Toni dan Tono menonton pertandingan sepak bola.

Klausa 1 dan Klausa 2 memiliki predikat dan objek  yang sama, namun subjeknya berbeda (Toni, Tono). Oleh karena itu, dalam penggabungannya, hanya subjeknya yang dirapatkan dengan konjungsi dan.

5. Kalimat Majemuk Perluasan


Kalimat majemuk perluasan adalah kalimat yang anak kalimatnya merupakan perluasan dari salah satu bagian unsur klausa yang ada. Antar kalimat tersebut biasanya dihubungkan dengan konjungsi yang.

Contoh kalimat majemuk perluasan:

Klausa 1 : HPnya mulai rusak

Klausa 2 : HPnya dibeli pada tujuh tahun yang lalu

Gabungan : HPnya yang dibeli pada tujuh tahun lalu mulai rusak.

Kedua klausa tersebut sebenarnya memiliki unsur yang lengkap. Namun, dalam Klausa 2 dapat dipakai untuk menjelaskan subjek pada Klausa 1. Untuk menggabungkannya, diberikan konjungsi yang setelah subjek yang serupa dari kedua klausa di atas (HP).

Baca juga: Kalimat Efektif: Pengertian, Ciri, Syarat & Contohnya

Demikianlah penjelasan tentang pengertian kalimat majemuk dan contoh campuran, bertingkat, dan setara lengkap oleh Materibindo. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: Lestari, R. 2009. Sukses UN Bhs. Indonesia SMP 2009. Jakarta: Media Pusindo
Kusmayadi, I. 2007. Think Smart Bahasa Indonesia. Bandung: Grafindo Media Pratama
Widjono, HS. 2007.  BAHASA NDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grasindo

KLIK UNTUK BERKOMENTAR