Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Struktur Teks Pidato, Metode, Ciri-ciri, dan Contoh Pidato Perpisaha - Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan pidato atau teks pidato? Untuk kembali mengingatkan, pengertian pidato adalah kegiatan berbicara yang dilakukan di depan umum untuk menyampaikan suatu hal kepada khalayak ramai.

Setelah mengetahui apa itu teks pidato, sekarang kita akan membahas struktur teks pidato beserta metode berpidato, ciri-cirinya, dan contoh pidato perpisahan.


Teks Pidato


Struktur Teks Pidato


Apa saja struktur teks pidato? Ada 3 (tiga) bagian dari sistematika berpidato, antara lain pembukaan, isi, dan penutup. Semua struktur tersebut harus ada di dalam sebuah teks pidato, karena merupakan komponen penting.

Jika salah satu struktur tidak ada, maka bisa dipastikan teks pidato tersebut tidak layak dikatakan menjadi teks pidato yang sempurna. Agar kalian lebih paham lagi, kami akan menjelaskan 3 struktur teks pidato seperti berikut ini.

1. Pembukaan

Pembukaan teks pidato terdiri dari 3 (bagian), yakni salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur. Penjelasan masing-masing bagian seperti berikut ini.

Mengucapkan Salam Pembuka

Salam pembuka sangat penting diucapkan oleh pembicara untuk membuka pembicaraan. Ucapan salam pembuka berkaitan dengan tahapan analisis pendengar. Salam yang diucapkan harus disesuaikan dengan pendengar yang hadir.

Salam pembuka yang bersifat umum, misalnya  Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua (disesuaikan dengan waktu).

Jika pendengar yang hadir berasal dari kelompok khusus (muslim), maka salam pembuka dapat diucapkan dengan: Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Ucapan Penghormatan

Hal kedua yang harus dilakukan dengan ucapan penghormatan kepada orang-orang yang memiliki jabatan. Misalkan di sekolah, jabatan tertinggi yaitu kepala sekolah. Contohnya:

Bapak Kepala Sekolah yang kami hormati,
Ibu dan Bapak guru yang kami hormati,
Teman-teman semuanya yang saya cintai.

Ucapan Syukur

Seorang pembicara yang baik tidak langsung tergesa-gesa untuk masuk ke materi pembicaraan. Ucapan rasa syukur kepada Tuhan membuktikan bahwa kita makhluk terbatas. Contohnya:

Saya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya, kita dapat berkumpul dalam acara ini dalam keadaan sehat.

2. Isi Pidato

Penyampaian isi pidato merupakan penyampaian topik tujuan pembicaraan. Pada tahap inilah, pembicara menguraikan topik pembicaraannya.

Misalnya, topik dampak kegiatan eksrakurikuler, isi pidato meliputi penjabaran tentang ekstrakurikuler, dampak positif dan negatif ekstrakurikuler bagi para pelajar, cara menanggulangi dampak negatifnya.

Tujuan pidato-pidato tersebut dapat berupa informasi, dorongan, dan juga ajakan.

3. Penutup Pidato

Menyampaikan Kesimpulan dari isi Pidato

Dalam naskah pidato kesimpulan sangat penting karena dapat menyimpulkan segala sesuatu yang telah dibicarakan, ditambah dengan penjelasan dan anjuran, para pendengar yang hadir dapat menghayati maksud dan tujuan pembicara karena apa yang terakhir diucapkan biasanya lebih mudah dan lebih lama diingat.

Menyampaikan Permintaan Maaf

Sebagai seorang pembicara ada baiknya dalam menutup pidatonya mengucapkan permintaan maaf terlebih dahulu kepada pendengar jika ada salah kata dalam berpidato dan juga menyinggung hati para hadirin.

Menyampaikan Salam Penutup

Sistematika atau struktur yang terakhir dalam berpidato adalah menyampaikan salam penutup. Salam penutup harus diucapkan pembicara sebelum ia mengakhiri pidatonya. Salam penutup juga sama dengan salam pembuka harus disesuaikan dengan para hadirin.

Salam penutup umum digunakan: Selamat siang (sesuai dengan waktunya).

Salam penutup khusus bagi para pendengar muslim: Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Metode Berpidato


Pesiapan yang diperlukan untuk menyusun suatu uraian lisan, seperti pidato sangat bergantung kepada metode yang digunakan. Metode pidato dengan teks ceramah sama metodenya.


Baca juga: Teks Ceramah (Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri, Unsur, Struktur)



Keraf (1994:316) dan Jalaludin Rahmat (2003:17) mengemukakan ada 4 (empat) macam metode penyampaian pidato.

1. Metode Impromptu (serta-merta)

Metode impromtu adalah metode penyampaian berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan, pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemahirannya. Pidato ini biasanya disampaikan pada acara-acara tidak resmi.

Kesanggupan penyajian lisan menurut cara ini sangat berguna dalam kegiatan darurat, tetapi kegunaannya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga saat itu saja. Metode ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang sudah ahli atau sudah terbiasa.

2. Metode Memoriter (menghafal)

Metode ini merupakan lawan dari metode impromptu. Pidato yang dibawakan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dahulu, kemudian dihafal kata demi kata. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini, adapula yang tidak.

3. Metode Manuskrip (naskah)

Menurut Arsjad dan Mukti (1998:25) menyatakan bahwa metode manuskrip adalah metode berpidato yang dilakukan dengan cara membacakan secara langsung teks yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Pidato ini umumnya dilakukan oleh pejabat negara. Kegiatan berpidato dengan cara membacakan naskah disebabkan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Metode ini pun sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato di televisi dan radio.

4. Metode Ekstemporan 

Metode ekstemporan dilakukan dengan cara mempersiapkan sebelumnya pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan (out-line). Kadang-kadang dipersiapkan konsep berupa naskah namun tidak dihafal kata demi kata.

Pembicara bebas berbicara dan memilih kata-kata sendiri dengan menggunakan metode ini. Kerangka dan konsep naskah yang dipersiapkan hanya digunakan untuk mengingat urutan-urutan topik pembicaraan. Dengan demikian, pembicara dapat mengubah nada pembicaraan sesuai dengan reaksi yang ditimbulkan dari pendengar.

Ciri-ciri Pidato yang Baik


  1. Ciri yang pertama tujuannya jelas.
  2. Isinya mengandung kebenaran.
  3. Cara penyampaian pidatonya sesuai dengan para hadirin.
  4. Menciptakan suasana yang efektif dengan pendengar.
  5. Penyampaiannya jelas serta menarik minat yang hadir.
  6. Penyampaian pidato dengan artikulasi, intonasi, dan volume yang jelas. Artikulasi: cara melafalkan bunyi bahasa, Intonasi: tinggi rendahnya nada pada kalimat, Volume: kuat lemahnya mengucapkan kalimat.


Contoh Pidato Perpisahan


Pidato Perpisahan Siswa Kelas XII


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak Kepala Sekolah yang kami hormati,
Ibu dan Bapak guru yang kami hormati,
Teman-teman semuanya yang saya cintai,

Marilah kita ucapan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga saat ini kita masih
dapat berkumpul bersama di Aula SMK Negeri 2 Pekanbaru dalam acara
perpisahan kelas XII dengan adik-adik kelas XI dan X, tahun ajaran 2017/2018.

Ibu dan bapak guru yang kami hormati dan teman-teman semuanya,

Dulu kita tidak saling kenal, kita berasal dari berbagai sekolah, setelah diterima
menjadi siswa kita saling kenal, dekat, baik itu antar siswa maupun siswa dengan
guru. Kita sekolah bukan hanya sehari atau dua hari tetapi cukup lama waktunya.
Kita berkumpul bersama belajar bersama bercanda bersama seperti hidup dalam
sebuah keluarga. Namun semua itu tidaklah akan selamanya bersama. Setiap ada
pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan bukan berarti berpisah tidak akan
bertemu lagi. Tetapi perpisahan itu hanyalah untuk menyelesaikan pendidikan
kami di sekolah ini. Kami juga akan selalu ingat dengan sekolah yang kami
tinggalkan.

Dengan segala kerendahan hati kami memohon pamit kepada ibu dan bapak guru
yang kami hormati dan selamat tinggal kepada adik-adik kelas XI dan XII,
semoga adik-adik bisa lebih baik dari kakak kalian sekarang.

Ibu dan Bapak guru yang kami hormati dan teman-teman semuanya,

Dalam kesempatan ini kami secara khusus mengucapakan terima kasih kepada
bapak kepala sekolah, ibu dan bapak guru yang telah membimbing kami. Berkat
bimbingan yang tekun, sabar, dan ikhlas kami dapat lulus dengan nilai yang cukup
baik. Jasa ibu dan bapak guru tidak akan kami lupakan. Mudah-mudahan Allah
SWT membalas jasa ibu dan bapak guru dengan balasan yang berlipat ganda.
Kami sadar bahwa selama belajar di sekolah ini kami sering membuat jengkel ibu
dan bapak guru. Kami sering melakukan kesalahan. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini kami mohon maaf. Demikian pula kepada adik-adik kelas X dan
XI, kami minta maaf atas kesalahan kami selama bergaul dan bermain bersama.

Akhirnya, kepada Ibu dan Bapak guru, kami pamit dan mohon doa restu. Mudah-
mudahan kami semua dapat melanjutkan ke sekolah pilihan kami masing-masing.
Kepada adik-adik kami ucapkan selamat belajar dan selamat berjuang, semoga
kelak lulus dengan nilai yang lebih baik lagi. Kalau ada sumur di ladang boleh
kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang kita dapat berjumpa lagi.
Sekian. Atas perhatian Ibu dan Bapak guru serta adik-adik semuanya, kami
ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Baca juga: TEKS PIDATO: Pengertian, Tujuan, Jenis, Kriteria Pidato Yang Baik



Demikianlah artikel hari ini tentang Struktur Teks Pidato, Metode, Ciri, Contoh Pidato Perpisahan. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Referensi: http://www.materikelas.com/teks-pidato-pengertian-metode-struktur-dan-contoh-pidato/
digilib.unila.ac.id/681/7/BAB%20II.pdf
digilib.unila.ac.id/8491/13/BAB%20II.pdf
http://woocara.blogspot.com/2015/10/pengertian-pidato-tujuan-pidato-metode-pidato.html

KLIK UNTUK BERKOMENTAR