Type something and hit enter

Posted by On
Contoh Naskah Drama 6 Orang tentang Sekolah Singkat

Contoh Naskah Drama untuk 6 Orang tentang Sekolah - Apa yang dimaksud dengan drama? Pengertian teks drama menurut Budianta dkk adalah sebuah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialogue atau cakapan diantara tokoh-tokoh yang ada.

Contoh teks drama yang akan kami bagikan sekarang bercerita tentang pembullyan yang terjadi di sekolah yang diperankan oleh 6 orang.

Bagi kamu yang ingin lebih memahami tentang materi teks drama, kamu bisa membacanya pada artikel utama kami.

Langsung saja kita akan membahas contoh naskah drama tentang sekolah untuk 6 orang pemain.

Contoh Teks Drama Sekolah untuk 6 Orang


Judul Berandal Sekolah yang Insaf
Pemeran: Fajriani, Icha, Fara, Anil, Aldi, Gusnuril

Fajriani adalah seorang anak kampung yang merantau ke kota karena orang tuanya hendak mengadu nasib di kota. Ia didaftarkan disebuah sekolah bernama Pelita Bangsa, dimana ia mendapati dua orang teman yang sangat jahil.

Alkisah, Gusnuril seorang guru Matematika, sedang mengajar di kelas XI IPA 1, datanglah Fajriani sebagai murid baru.

TOK..... TOK.... TOK....

Fajriani: Assalamu'alaikum
Gusnuril: Wa'alaikumsalam, silahkan masuk.
Fajriani: Permisi pak, saya murid baru, nama saya Fajriani.
Gusnuril: Oh iya, silahkan perkenalkan diri kamu di depan murid-murid yang lain.
Fajriani: Baik pak.. Assalamu'alaikum semua ..... hai teman-teman, nama saya Fajriani Wahyu L, saya baru pindah dari SMA (nama daerah).
Fara dan Anil: Hahahaha..
Anil: Daerah mana tuh? Gue kok gak pernah denger, kayaknya terpencil banget.. (muka sinis).
Fara: Yoi teman... (mereka berdua tos sambil tertawa meremehkan anak baru itu).
Icha: Apa-apaan sih kalian... Udah, jangan ngejekin dia dong.
Gusnuril: Diam anak-anak. Fajriani, kamu silahkan duduk disana, disamping Icha.
Fajriani: Baik pak, terima kasih.

Fajriani pun berjalan menuju meja duduknya, dan mereka berdua saling berkenalan. Pak guru kembali melanjutkan mata pelajarannya.

*Bel istirahat berbunyi*

Gusnuril: Baik anak-anak, bel istirahat sudah berbunyi, silahkan gunakan waktu istirahat kalian sebaik mungkin.
Murid: iya pak... (sambil membereskan alat tulis mereka).
Aldi: Ista'iduuun, Qiyaamaaan, Salaaman!
Murid: Assalamu'alaikum Wr.Wb

Saat Fajrinai dan Icha sedang mengobrol, datanglah Anil dan Fara.

Fara: Heh anak baru! Uang kamu bagi sini dong...!
Fajriani: Maaf, uangku cuma sedikit, cuma cukup buat makan doang.
Anil: Alaaah alasan aja lo! Cepet keluarin uang lo.
Icha: Ehh! Kalian ngapain sih? Ngompasin Fajriani, emangnya ini sekolah punya nenek moyang kalian apa? Ayo Fajriani mending kita ke kantin saja (sambil menarik tangan Fajriani).

Icha dan Fajriani pun pergi meninggalkan Fara dan Anil.

Fara: Idihhh gaya banget sih Icha itu, sok-sokan jadi pahlawan kesiangan, awas aja dia nanti.

Setelah Fajriani dan Icha selesai makan di kantin, mereka hendak kembali ke kelas. Namun Icha terjatuh akibat ulah Fara dan Anil yang iseng menyangga kaki Icha.

Icha: Aduhhhh, kalian tuh jahat banget sih.
Fara: Salah kamu tuh, jalan gak pake mata sih (tertawa licik).

Aldi pun datang melerai.

Aldi: Ada apa ni ribut-ribut?
Fajriani: Mereka gangguin kami.
Aldi: Lagi? Gimana ceritanya?
Fajriani: Jadi tadi waktu kita udah selesai makan dan mau balik ke kelas. Mereka sengaja ngalangin jalan kita, sampai-sampai Icha jatuh.
Anil dan Fara: Ah, mereka bohong tuh..
Icha: Ini buktinya, kakiku luka (sambil memperlihatkan kakinya).
Aldi: Kalian berdua yah.. gak pernah gak buat masalah.
Fara: Alaah udah deh, gak usah sok suci!
Aldi: Bukannya gitu, apa kalian gak kasihan sama orang tua ka..
Anil: (menyanggah perkataan Aldi) gak usah bawa-bawa orang tua deh!
Aldi: Tunggu dengar dulu! Anil harusnya kamu itu gunakan waktu sekolahmu dengan baik, coba kamu pikirin ortumu, mereka udah capek-capek banting tulang supaya bisa menyolahkanmu, tapi sikapmu malah kayak gini, rasa syukurmu dimana..
Fara: Sok alim banget kamu!!
Aldi: Kamu juga Fara, jangan mentang-mentang kamu anak orang kaya, seenaknya aja ngeremehin orang lain, inget ya dunia itu berputar, mungkin sekarang kamu di atas, tapi ada saatnya kamu berada di bawah, semua itu tergantung sikap kamu sendiri, kamu yang nentuin masa depanmu!
Icha dan Fajriani: Yaps, betul banget tuh di!
Fara: Whatever lah... Anil ayo kita pergi dari sini!
Anil: Oke ayooo...

Bel masuk berbunyi dan mereka kembali belajar. Pak guru memberikan soal kepada murid-muridnya

*Bel pulang*

Gusnuril: Baik anak-anak, pertemuan kita cukup sampai disini. Untuk tugas yang bapak beri, silahkan dijadikan PR.
Aldi: Ista'iduuu...

Semua murid pulang, kecuali Anil, dia terlihat menyendiri karena merenungi perkataan Aldi tadi.

Keesokan harinya..

Icha dan Fajriani masuk ke kelas sambil berbincang-bincang. Tiba-tiba Anil pun memanggil mereka berdua.

Anil: Icha... Fajriani...!
Icha: Masih pagi nih, kamu mau gangguin kita lagi?
Anil: Bu...bukan gitu.
Fajriani: Terus?
Anil: A..aku mau minta maaf. Aku sadar kalau perbuatanku salah, jadi tolong maafin aku yahh, kalian mau kan?
Icha: Baik, kita maafin kok.
Fajriani: Tapi janji ya jangan ngulangin lagi.
Anil: Iya, aku janji.

Tiba-tiba Fara datang dan melihat mereka bertiga, iapun menghampiri mereka dengan wajah heran.

Fara: Eh.. kok kalian bisa akur sih..
Anil: Aku udah insaf, aku sadar diri kalau selama ini perbuatanku salah. Dan kalau orangtuaku tau pasti mereka akan kecewa..
Fara: Hmm iya, semalam juga aku merenungi perkataan Aldi itu.. Selama ini aku udah egois, aku sadar diri kok kalau apa yang aku miliki sekarang tidak kekal. Oh iya Icha, Fajriani aku minta maaf yah.. (sambil mengulurkan tangannya kearah Icha dan Fajriani
Icha & Fajriani: Iya-iya.. kami udah maafin kok.
Aldi: Wah..wah wah.. tumben kalian gak ribut nih, ada apa?
Fara: Iya dong.. kita semua kan teman. Lagi pula aku dan Anil udah insaf kok, kami janji gak bakal mengulanginya lagi hehe..
Aldi: Nah gitu dong, kan enak jadinya, sekolah kita akan aman, tentram dan nyaman.

Tiba-tiba pak guru terlihat sedang berjalan menuju ke kelas mereka.

Icha: Eh, udah ada pak guru tuh..
Aldi: Ayo buruan duduk, Ista'idu, Qiyamaan, Salaaman!
Murid: Assalamu'alaikum Wr. Wb
Gusnuril: Baik anak-anak, apakah semua hadir?
Murid: Hadir pakk...
Gusnuril: Oke, kita lanjut materi yang kemarin..

Dan akhirnya suasana kelas yang kemarin-kemarin tidak tentram akibat ulah Fara dan Anil menjadi lebih tenang setelah mereka insaf, dan kelima kawan tadi menjalin persahabatan . 

Sebelumnya kami juga telah membahas contoh naskah drama persahabatan 5 orang.

Demikianlah artikel tentang contoh naskah drama sekolah untuk 6 orang. Semoga apa yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

Sumber: fajrianiwales.blogspot.com/2015/10/drama-singkat-6-orang-brandal-sekolah.html

0 comments

 
close