Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Contoh Teks Berita tentang Pendidikan - Berita biasanya disiarkan/disebarkan melalui berbagai media seperti di televisi, radio, koran, situs berita, dan lainnya. Dengan membaca berita kita akan mendapatkan informasi dan menambah wawasan sehingga dapat berfikir kritis terhadap suatu kejadian.

Contoh berita yang akan kami berikan yaitu contoh teks berita tentang pendidikan terbaru 2018 secara singkat, lengkap dan ada yang panjang beserta strukturnya dan juga unsur berita 5W+1H.

Pada teks berita, harus terdapat unsur berita, jika unsur tidak ada, maka berita tersebut akan membingungkan dan tidak dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Unsur-unsur berita yang menjadi keharusan yaitu 5W+1H atau AdikSimba.

Selain itu, kita harus mengetahui juga struktur teks berita. Adapun strukturnya ada 3, yakni orientasi berita, persitiwa, dan sumber.
  • Orientasi berita: pengenalan mengenai suatu masalah atau apa yang dibahas dalam berita.
  • Peristiwa: inti permasalahan yang menjelaskan jalannya kejadian dari awal hingga akhir.
  • Sumber: dari mana asal sumber didapatnya berita/informasi. Biasanya terletak pada bagian awal atau akhir berita.

Nah, setelah kalian memahami struktur teks berita diatas, berarti kalian telah bisa menentukan sendiri struktur dari contoh teks berita pendidikan ringkas beserta strukturnya dibawah ini, serta juga mengetahui bagian 5W+1H nya.

Contoh Teks Berita Singkat tentang Pendidikan 2018 (5W+1H)


Contoh #1 Diskusi Dana BOS dan Mutu Pendidikan antara Kemendikbud dan Bank Dunia


Kemendikbud bersama Bank Dunia menggelar diskusi membahas peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia. Diskusi berjudul "Discussion on Policy Reform Priorities and International Experience" diadakan di Gedung Kemendikbud, Jakarta pada Selasa (4/9/2018).

Ada 3 hal yang menjadi sorotan dalam diskusi ini adalah terkait perekrutan guru, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan asesmen pendidikan.

1. Komitmen meningkatkan kualitas

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Kualitas harus menjadi perhatian utama di dalam pengembangan pendidikan dari semua aspek. Oleh karena itu, dari tiga hal tadi, bagaimana BOS yang merupakan bantuan kecil, in total sangat besar juga. (namun) Dengan kebutuhan BOS belum mencukupi, dan bagaimana dorongan tadi bisa meningkatkan kualitas," jelas Totok seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

2. Empat kunci kualitas pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen GTK Supriano, mengatakan ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan mutu pendidikan.

"Mutu bisa bagus ada beberapa faktor yang pertama kebijakan jelas, yang pasti tidak berubah-ubah. Kedua, school base manajemen itu jalan di sekolah. Ekosistem terhadap satuan pendidikan jalan. Sarana prasarana yang ketiga. Yang keempat, proses pembelajaran yang baik, dan proses ini ditentukan oleh guru," ujarnya.

3. Komitmen dalam perekrutan guru

Pihak Bank Dunia, Noah Yarrow menyampaikan hasil studinya tentang kualitas pendidikan dan guru di beberapa negara. Dalam studinya ia mempelajari keterkaitan antara kualitas dan tunjangan guru dengan prestasi peserta didik.

Ia menyampaikan tentang bagaimana sebaiknya tahapan dalam melakukan perekrutan guru baru. "Ada tahap penyeleksian. Diperlukan komitmen dalam merekrut guru baru. Jadi ini ada peluang, juga bahaya, untuk mengakomodasi gelombang besar dari perekrutan guru," tutur Noah.

"Hanya orang-orang terbaik dan hanya lulusan terbaik yang bisa menjadi guru di Singapura. Sekarang (di Indonesia) lebih fleksibel persyaratannya, yaitu minimun S1, Tes BKN ,ujian khusus dari Kemendikbud," lanjutnya.

Sumber: edukasi.kompas.com/read/2018/09/05/23114511/diskusi-dana-bos-dan-mutu-pendidikan-antara-kemendikbud-dan-bank-dunia

Contoh #2 Generasi Milenial Qurani Harus Bisa Lewati Industri 4.0


Generasi milenial yang bergelut di bidang Alquran diharapkan mampu melewati gelombang disrupsi dan era industri 4.0.

Ajaran- dan nilai-nilai Alquran akan menjadi bekal dalam melewati gelombang perubahan dunia.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Sri Setiawati saat acara Wisuda Sarjana Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta ke-19 dan Dies Natalis ke-41, di Gedung Puspitek Serpong, Sabtu (25/8/2018).

"Generasi milenial qurani harusnya mampu melewati gelombang perubahan saat ini dan di masa yang akan datang," ujarnya.

Sri Setiawati menyampaikan, pada abad ke-21, ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat. Di era yang disebut era industri 4.0, semua kejadian di dunia secara cepat dapat diketahui dan tak terbatas. Dunia sudah menjadi sebuah desa global (global village).

Menurut dia, gelombang teknologi baru menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif dan disruptif. Cakupan perubahannya lebih luas, mulai dari dunia bisnis, transportasi, perbankan, komunikasi, sosial masyarakat hingga pendidikan.

Dia mengatakan, era ini akan menuntut setiap orang untuk berubah dan mampu beradaptasi. Pada titik inilah nilai-nilai Alquran menjadi petunjuk yang universal dan sepanjang waktu bagi kehidupan manusia.

"Oleh karena itu peradaban dunia di era digital ini haruslah dijadikan peluang. Ilmu pengetahuan dan teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kemaslahatan umat manusia," tuturnya.

Sumber: nasional.sindonews.com/read/1332999/15/generasi-milenial-qurani-harus-bisa-lewati-era-industri-40-1535183001

Contoh #3 Metode Pendidikan Baru Menghadapi Revolusi Industri 4.0


Saat ini Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 di mana persaingan kian hari makin ketat. Maka dari itu, untuk maju, sebuah negara tentu harus melakukan perubahan di berbagai bidang

Salah satunya bisa berbentuk perbaikan sumber daya manusia. Demi menciptakan hal tersebut, Jababeka Group bekerjasama dengan Glasgow University dan President University menggelar seminar bertajuk "The Future of Global Higher Education" di Menara Batavia, Jakarta, Sabtu (4/9).

Menghadapi revolusi industri 4.0 tentu bukan hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya dengan mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini.

"Negara perlu merubah tiga hal dari sisi edukasi, " ujar Darmono. Yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya, sekolah harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat seorang anak. Terakhir, institusi pendidikan tinggi seharusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman kiwari.

Pemerintah, lanjut Darmono, perlu memberikan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak, misalnya dengan menyediakan teknologi yang mumpuni.

Konsep 'KKN' di zaman kiwari adalah komunikasi, kolaborasi, dan networking. "Bukan kolusi, korupsi, dan nepotisme," kata Darmono.

Dalam kesempatan yang sama Vice International Chancellor President University, Profesor Scott Younger mengatakan bahwa teknologi akan selalu berubah. "Mungkin selanjutnya ada revolusi terbaru lagi," kata dia.

Sumber: www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180904182901-284-327637/metode-pendidikan-baru-menghadapi-revolusi-industri-40

Contoh #4 Bank Dunia Sebut Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Rendah


Bank Dunia menyebut SDM menjadi faktor penting dalam menunjang perekonomian Indonesia. Artinya, untuk mendapatkan SDM yang berkualitas, sektor pendidikan menjadi sangat penting.

Country Director of Director of the World Bank Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, sayangnya kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

"15 tahun reformasi pendidikan memberikan hasil yang beragam, dimana perluasan akses pendidikan telah signifikan, tetapi kualitas pendidikan masih rendah," ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

"Kedua hal tersebut adalah penentu utama pengembangan sumber daya manusia," jelasnya.

Setelah 15 tahun reformasi berlangsung, jumlah siswa yang bersekolah telah tumbuh secara signifikan, tetapi kualitas pembelajaran siswa tetap berada di bawah tingkat negara-negara lain.

Rodirigo mencontohkan ,55% anak usia 15 tahun secara fungsional buta huruf. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam yang kurang lebih tingkat buta hurufnya sekitar 10%.

Rodrigo mengatakan, pemerintah perlu langkah strategis lanjutan untuk mendongkrak SDM melalui sektor pendidikan. Langkah pertama bisa ditempuh dengan melakukan seleksi terhadap tenaga-tenaga pengajar yang ada di Indonesia.

Pemerintah juga perlu melakukan kampanye kualitas pendidikan nasional untuk menciptakan kesadaran publik akan pentingnya pendidikan.

"Melengkapi mekanisme pembiayaan yang ada untuk pendidikan dengan transfer yang targetnya ditetapkan dengan biak dan berbasis kinerja untuk sekolah dan kabupaten yang tertinggal," jelasnya.

Sumber: news.okezone.com/read/2018/06/06/65/1907446/bank-dunia-sebut-kualitas-pendidikan-di-indonesia-masih-rendah

Contoh #5 73 Tahun Indonesia, Anggaran Pendidikan Belum DIevaluasi


Sungguh ironis, Anggaran pendidkan di Indonesia, tidak pernah di evaluasi. Evaluasi bukan sekedar penyerapan anggaran tapi bagaimana efeknya terhadap peningkatan mutu pendidikan.

"Coba bayangkan, 73 tahun Indonesia merdeka, anggaran pendidikan belum pernah dievaluasi. Wajar bila Menkeu mengeluh, anggaran pendidikan terus bertambah tapi mutunya rendah," ungkap pengamat pendidikan Indra Charismiadji di Jakarta.

Dia mencontohkan APBN Rp 2000 triliun dengan pemasukan Rp 1000 triliun. Itu berarti anggaran pendidikan yang harus diserap Rp 200 triliun. Namun, dari tahun ke tahun anggarannya tidak terserap sehingga menjadi silpa.

"Kenapa silpa anggaran pendidikan di daerah banyak? Karena daerah tidak punya program pendidikan yang jelas. Coba kalau punya blue print pasti terarah program pendidikan enggak seperti kutu loncat mengikuti pergantian kepala daerah," bebernya.

Dia menyebutkan sudah saatnya Kemendikbud menempatkan fungsinya di level manajerial. Kemendikbud tidak usah lagi mengurus pembangunan sekolah rusak, penambahan ruang kelas, urus buku, dan teknis lainnya.

Biarkan itu diurus oleh pemda karena pusat sudah mengalokasikan dana tranfser ke daerah sangat besar.

Sumber: www.jpnn.com/news/73-tahun-indonesia-anggaran-pendidikan-belum-dievaluasi

Baca juga: Teks Berita [LENGKAP]: Pengertian, Struktur, Unsur, Jenis, Ciri-ciri


Demikianlah artikel hari ini tentang 5 Contoh Teks Berita Singkat tentang Pendidikan 2018 (5W+1H). Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

KLIK UNTUK BERKOMENTAR