Tulis kata kunci dan klik enter

author photo
By On
Teks Cerita Ulang (Recount/rekon) merupakan materi Bahasa Indonesia Kelas 11/XI - Materi ini membahas pengertian teks cerita ulang, jenis-jenis, struktur teks cerita ulang, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, fungsi sosial dan tujuan teks cerita ulang.

Pernahkah kalian disuruh ke depan kelas untuk menceritakan kembali pengalaman waktu liburan? Hal yang kalian lakukan itu disebut dengan teks cerita ulang (recount).

Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan teks cerita ulang? Teks cerita ulang merupakan teks yang isinya menceritakan kembali suatu kejadian atau peristiwa di masa lalu, bertujuan untuk memberikan informasi ataupun menghibur para pembaca/pendengar.

Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai materi teks cerita ulang (recount). Simaklah materi berikut ini.

Teks Cerita Ulang: Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri, Kaidah


a. Pengertian Teks Cerita Ulang


Teks cerita ulang atau disebut juga recount text adalah suatu teks yang menceritakan kembali sebuah kejadian, peristiwa atau pengalaman masa lalu, dengan tujuannya untuk memberikan informasi maupun menghibur pembaca.

b. Jenis-jenis Teks Cerita Ulang


Teks cerita ulang terbagi menjadi 3 jenis, yakni rekon pribadi/cerita ulang personal, rekon faktual/cerita ulang fakta, rekon imajinatif/cerita ulang imajinasi. Penjelasan singkatnya sebagai berikut.

1. Rekon Pribadi / Cerita Ulang Personal

Cerita ulang yang memuat peristiwa atau kejadian di mana penulisnya terlibat secara langsung. Contoh rekon pribadi adalah buku harian, surat pribadi, dan percakapan. Adapun ciri-ciri cerita ulang personal:

  • Pengalaman personal penulis
  • Ditulis secara subjektif
  • Menggunakan kata ganti orang pertama (saya dan kami) dan orang ketiga (ia dan mereka).

2. Rekon Faktual / Cerita Ulang Fakta

Cerita ulang yang memuat kejadian atau peristiwa berdasarkan kenyataan. Contoh rekon faktual adalah catatan sejarah, biografi, autobiografi, laporan penelitian ilmiah dan berita media massa. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Penulisan waktunya dibuat secara mendetail untuk memudahkan para pembaca dalam memahami urutan suatu peristiwa.
  • Akhir cerita ulang dapat diketahui dari hasil aktivitas, misalnya pada aktivitas penelitian ilmiah.
  • Pendeskripsian fakta dilakukan dengan detail untuk menyediakan informasi semakin lengkap.

Pelajaran terkait



3. Rekon Imajinatif / Cerita Ulang Imajinasi

Cerita ulang yang memuat pengalaman imajinasi secara detail. Contoh rekon imajinatif adalah cerita pendek (cerpen) dan novel. Ciri-ciri rekon imajinatif yaitu:

  • Berdasarkan pengalaman pribadi atau imajinasi penulis.
  • Menggunakan gaya bahasa tertentu.


Pelajaran terkait:


c. Struktur Teks Cerita Ulang


1. Orientasi (Pengenalan)

Bagian ini memberikan informasi tentang siapa, kapan, dan dimana peristiwa/kejadian atau kegiatan yang terjadi di masa lampau. Misalnya, mengenai pengenalan tempat dan tanggal kelahiran, nama, masa kecil, latar belakang keluarga.

2. Urutan Persitiwa (Events)

Bagian ini menjelaskan rekaman persitiwa yang terjadi, biasanya disampaikan dalam urutan kronologis. Misalnya, urutan peristiwa kehidupan: pendidikan, karier/pekerjaan, cita-cita, dan prestasi.

3. Reorientasi

Bagian ketiga terdapat pengulangan pengenalan pada orientasi, yang merangkum rentetan kejadian/peristiwa atau kegiatan yang diceritakan. Misalnya penegasan kelayakan sebagai tokoh dunia atas prestasi yang dicapai.


d. Ciri-ciri Teks Cerita Ulang


  1. Sifatnya faktual dan imajinatif.
  2. Teks yang menceritakan kejadian masa lampau.
  3. Disusun secara kronologis.

e. Kaidah/Ciri Kebahasaan Teks Cerita Ulang


  • Partisipan: berisi siapa (pelaku) yang bercerita atau diceritakan.
  • Pengacuan: alat kohesi yang baik untuk menghindari pengulangan kata secara terus-menerus.
  • Terdapat pronomina (kata ganti): misalnya: dia, ia, -nya, beliau.
  • Terdapat keterangan: misalnya urutan peristiwa, waktu, dan tempat.
  • Terdapat verba material: aktivitas atau kegiatan dari partisipan. Contohnya: abang membaca majalah.
  • Menggunakan konjungsi temporal: misalnya: ketika, kemudian, setelah. 
  • Menggunakan kalimat simpleks (tunggal).
  • Menggunakan bentuk lampau (peristiwa/kejadian telah terjadi).

f. Fungsi Sosial Teks Cerita Ulang


Fungsinya adalah menghidupkan dan memberikan gambaran tentang peristiwa di masa lampau sehingga pembaca dapat mengetahui dan mengambil manfaat dari peristiwa tersebut.

Baca juga: Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis, Kaidah


Demikianlah artikel hari ini tentang Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis, Kaidah. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Referensi: http://blogapa-adanya.blogspot.co.id/2015/02/jenis-jenis-cerita-ulang.html
http://aniprastika12.blogspot.co.id/2014/12/cerita-ulang.html
https://lindasuptiani.wordpress.com/2014/11/25/teks-cerita-ulang/
http://melanimanurung2.blogspot.co.id/2014/11/struktur-dan-kaidah-teks-cerita-ulang.html
https://www.scribd.com/doc/245712234/Materi-Teks-Cerita-Ulang-Bahasa-Indonesia-Kelas-Xi
https://brainly.co.id/tugas/2682450

KLIK UNTUK BERKOMENTAR